Pemerintah Presiden Prabowo Turunkan Biaya Haji Rp2 Juta saat Harga Avtur Pesawat Melonjak
Presiden Prabowo Subianto memastikan biaya haji diturunkan sebesar dua juta rupiah. Penurunan biaya haji ini dilakukan di tengah kenaikan harga minyak mentah dunia.
Untuk menutupi biaya haji, pemerintah menyiapkan anggaran Rp1,77 triliun.
Pemerintah memastikan tidak akan menaikkan biaya haji meski harga bahan bakar avtur mengalami kenaikan drastis.
Hal ini diungkapkan Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat dalam Rapat Kabinet di Istana Presiden Jakarta.
Presiden menegaskan biaya haji tidak akan naik meski harga avtur melonjak tajam. Bahkan sebaliknya, Presiden Prabowo menyatakan biaya haji diturunkan sebesar dua juta rupiah.
Wakil Menteri Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyebut maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan Saudi Airlines mengajukan biaya tambahan haji sekitar 7 hingga 8 juta rupiah per jemaah. Biaya tambahan ini dampak dari melonjaknya harga avtur akibat perang di Timur Tengah.
Namun demikian, Presiden Prabowo meminta tambahan biaya haji tidak dibebankan kepada masyarakat. Untuk menutup selisih biaya haji, pemerintah mengambil dari APBN dan dana haji.
Total anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai satu koma tujuh puluh tujuh triliun rupiah.
Pemerintah dan DPR telah menyepakati Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji atau BPIH sebesar 87,4 juta rupiah per jemaah. Angka ini turun sebesar dua juta rupiah dibanding tahun 2025.
Dari BPIH yang ditetapkan, maka biaya yang harus dibayar langsung oleh jemaah hanya sebesar 54,1 juta rupiah.
Sementara sisanya, 33,21 juta rupiah, akan dibayarkan oleh Badan Pengelola Keuangan Haji melalui nilai manfaat dana haji.