Pemkab Landak Aktifkan Posko Siaga Bencana
Pemerintah Kabupaten Landak mengaktifkan posko siaga bencana menyusul potensi banjir akibat cuaca ekstrem. Di Kota Ngabang, banjir sudah merendam puluhan rumah warga dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Pemerintah Kabupaten Landak melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah atau BPBD mengaktifkan posko siaga bencana sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi banjir susulan.
Posko siaga mulai dioperasikan sejak Minggu, 11 Januari 2026, dan dipusatkan di GOR Indoor Bujakng Nyangko, Ngabang. Posko ini berfungsi sebagai pusat pemantauan, koordinasi, media center, serta respons cepat apabila kondisi berkembang menjadi darurat.
BPBD Landak menyebut banjir sebelumnya melanda sejumlah kecamatan di wilayah hulu seperti Air Besar, Banyuke Hulu, dan Menyuke, namun kini berangsur surut. Meski demikian, potensi akumulasi air di wilayah Kota Ngabang masih terus diwaspadai.
Setelah dari posko, Kepala BPBD Landak bersama tim melakukan pengecekan langsung ke lokasi banjir. Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi terkini serta dampak yang ditimbulkan akibat banjir tersebut.
Kepala BPBD bersama tim terlihat menyusuri area terdampak banjir. Mereka melakukan pendataan terhadap rumah warga, fasilitas umum, serta ketinggian air yang masih menggenang di sejumlah titik.
Sementara itu, banjir telah merendam permukiman warga di Dusun Sri Bernian, Desa Hilir Tengah, Kecamatan Ngabang. Sedikitnya dua puluh satu rumah terdampak dengan ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Sejumlah warga rentan seperti ibu hamil, lansia, dan warga yang menderita stroke dilaporkan terdampak. Sebagian telah mengungsi, sementara lainnya masih bertahan di lantai dua rumah masing-masing.
Banjir dipicu hujan deras selama dua hari berturut-turut serta kiriman air dari wilayah Serimbu dan Kuala Behe. BPBD Landak memastikan terus melakukan pemantauan debit air setiap satu hingga dua jam, serta mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera melaporkan kondisi darurat ke aparat atau posko siaga terdekat.
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan kemarin, wilayah Kecamatan Ngabang yang terdampak banjir meliputi Desa Hilir Tengah, Hilir Kantor, dan Hilir Tengah.
BPBD Landak mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan segera melaporkan apabila terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. Pemerintah daerah memastikan akan terus melakukan pemantauan dan kesiapsiagaan demi keselamatan warga. (DRI)