Pemkot Tingkatkan Kesiapsiagaan Antisipasi Kebakaran Lahan
Pemerintah Kota Pontianak meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla.
Mengahadapi potensi musim kemarau panjang akibat anomali El Nino, tim terpadu dan posko siaga kini resmi dibentuk untuk melakukan pengawasan ketat di seluruh wilayah rawan.
Sebagai langkah antisipasi dini, Pemerintah Kota Pontianak membentuk Tim Terpadu Penanganan Karhutla yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI-Polri, Satpol PP, pemadam kebakaran, hingga perangkat kecamatan dan kelurahan.
Langkah kolaboratif ini bertujuan untuk mempercepat respon saat muncul titik api di lapangan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan bahwa pembentukan tim ini dilakukan menyusul prediksi dari BMKG terkait musim kemarau yang diperkirakan akan lebih panjang dengan kondisi cuaca yang lebih panas dan kering.
Kondisi ini sangat rawan memicu terjadinya kebakaran, terutama di area lahan terbuka yang belum terkelola.
Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup, kualitas udara di beberapa waktu terakhir sudah sempat berada pada kategori tidak sehat, bahkan mendekati level berbahaya.
Edi menegaskan bahwa pencegahan menjadi langkah utama, mengingat karakteristik lahan gambut di Pontianak yang sangat mudah terbakar dan sulit dipadamkan saat sudah memasuki kondisi kering ekstrem.
Lebih jauh, masyarakat diimbau dengan sangat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Pemerintah juga tidak akan segan untuk memberikan sanksi tegas bagi para pelanggar, sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Daerah yang berlaku guna memberikan efek jera bagi pelaku pembakaran hutan.
Pengawasan kini difokuskan di sejumlah wilayah rawan, seperti Pontianak Tenggara, Pontianak Selatan, hingga kawasan perbatasan di Pontianak Utara.
Pemantauan rutin dilakukan melalui patroli darat serta didukung oleh teknologi drone untuk menjangkau titik-titik koordinat yang sulit diakses secara manual oleh petugas.
Selain penguatan personel, sarana pendukung seperti pompa air, ketersediaan parit sebagai sumber air, dan peralatan pemadam kebakaran lainnya juga telah disiagakan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa tim di lapangan dapat bergerak cepat dan efektif dalam melakukan pemadaman sebelum api meluas ke area permukiman warga.