Pemprov DKI dan Banten Sepakat Kembangkan Jalur MRT
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama Pemprov Banten resmi memperkuat kerja sama pembangunan transportasi massal Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan wilayah Kembangan menuju Balaraja, Banten.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menaruh harapan besar proyek MRT yang menghubungkan dua provinsi ini bisa dimulai pembangunannya dalam 1-2 tahun ke depan.
Proyek Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta lintas Timur-Barat Fase 2 dengan rute Kembangan-Balaraja resmi memasuki tahap kajian.
Langkah awal ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PT MRT Jakarta dengan sejumlah pengembang di Gedung Balai Kota Jakarta, Rabu lalu, dengan disaksikan langsung oleh dua gubernur sekaligus yakni Gubernur Jakarta, Pramono Anung, dan Gubernur Banten, Andra Soni.
MoU dilakukan sebagai dasar pelaksanaan kajian sebelum proyek pembangunan jalur MRT lintas Timur-Barat Fase 2 yang menghubungkan wilayah Kembangan menuju Balaraja, Banten dilaksanakan.
Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menegaskan kolaborasi antardaerah menjadi kunci untuk menjawab tantangan mobilitas kawasan metropolitan, khususnya dalam mengurangi kemacetan dan memperkuat konektivitas lintas wilayah.
Pramono pun menaruh harapan besar proyek MRT yang menghubungkan dua provinsi ini bisa dimulai pembangunannya dalam 1-2 tahun ke depan. Sementara itu, Gubernur Banten, Andra Soni, menyambut baik penandatanganan MoU tersebut.
Ia menegaskan keberadaan MRT hingga Balaraja diharapkan dapat mengurangi kemacetan akibat tingginya mobilitas warga Banten yang bekerja di Jakarta.
Maka hadirnya MRT rute Kembangan–Balaraja diyakini dapat mengurangi beban jalan di kedua wilayah sekaligus mendorong masyarakat beralih ke moda transportasi massal.
Dalam perencanaannya, MRT lintas Timur-Barat Fase 2 dengan rute Kembangan-Balaraja memiliki panjang sekitar 30 kilometer.
Saat ini proyek tersebut masih berada pada tahap kajian awal yang akan berlangsung selama 8-10 bulan ke depan. (JPM)