Pemulihan Daerah Terdampak Bencana Sumatera
Pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran untuk rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumatra mencapai 60 triliun rupiah.
Dana tersebut berada di luar anggaran BNPB dan akan difokuskan pada pemulihan infrastruktur serta sektor pertanian.
Pascabencana besar yang menerjang wilayah Sumatra, pemerintah kini tengah berfokus pada tahap pemulihan dan rekonstruksi. Estimasi dana yang dibutuhkan pun tidak main-main.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan bahwa anggaran untuk Satuan Tugas atau Satgas Pascabencana ini diperkirakan mencapai 60 triliun rupiah.
Prasetyo menegaskan dana ini terpisah dari anggaran rutin Badan Nasional Penanggulangan Bencana atau BNPB.
Prasetyo juga memastikan tidak ada insentif tambahan bagi pejabat yang terlibat dalam Satgas. Anggaran akan langsung disalurkan melalui kementerian teknis, seperti Kementerian Pekerjaan Umum untuk urusan infrastruktur.
Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk memperbaiki akses transportasi seperti jalan dan jembatan. Selain itu, fasilitas publik seperti sekolah dan rumah sakit juga menjadi prioritas utama.
Selain perbaikan infrastruktur, pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak juga menjadi fokus pemerintah. Sekitar 64 ribu hektare sawah produktif dilaporkan terdampak, baik karena tertimbun lumpur maupun mengalami gagal panen. (PTR)