Pengukuhan DPW PKB Kalbar 2026-2031, Perluas Pengabdian Jadi Garda Pemersatu dan Perekat
Pengukuhan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kalimantan Barat masa bakti 2026-2031 digelar Jumat sore, 13 Februari 2026, di Pontianak.
Usai dikukuhkan, Ketua DPW PKB Kalbar, Mulyadi Tawik, berkata bahwa dalam lima tahun ke depan, PKB tidak hanya bertekad untuk menang dalam setiap kontestasi politik, tetapi juga akan selalu berupaya menjadi garda pemersatu dan perekat di tengah masyarakat.
Jajaran pengurus DPW PKB Kalbar masa bakti tahun 2026-2031 resmi dikukuhkan oleh Ketua Umum DPP PKB, Muhaimin Iskandar, yang dalam hal ini diwakili oleh Chusnunia Chalim selaku Ketua DPP Bidang UMKM dan Ekraf.
Pengukuhan tersebut turut disaksikan oleh Wakil Gubernur Kalbar Krisantus Kurniawan, jajaran OPD Pemprov Kalbar, perwakilan partai politik, serta para kader PKB.
Agenda kepengurusan lima tahun ke depan PKB Kalbar setelah dikukuhkan ini difokuskan untuk memperluas pengabdian guna meningkatkan tren kepercayaan masyarakat.
PKB berupaya untuk terus menjadi garda pemersatu dan perekat di tengah masyarakat, bukan hanya sekadar mengejar kemenangan dalam kontestasi politik semata.
Wakil Gubernur Kalbar, Krisantus Kurniawan, berharap PKB dapat disiplin dalam konsolidasi agar terus menjadi partai yang kuat.
Dengan demikian, PKB diharapkan dapat terus memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah serta konsisten menyuarakan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat.
Menurut Wagub Krisantus, meski PKB kental sebagai partai Islam, namun gerakannya di lapangan telah banyak membuktikan bahwa PKB juga merupakan partai nasionalis yang terbuka untuk semua golongan agama dan etnis.
Hal ini terlihat dari banyaknya kader, pengurus, hingga wakil rakyat dari PKB yang juga berasal dari latar belakang agama selain Islam. (AW)