Peningkatan Arus Balik ke Jakarta Dibarengi dengan Tren Keberangkatan Yang Masih Tinggi
Meski Ibu Kota mulai dipadati oleh pemudik yang kembali dari kampung halaman, namun tren keberangkatan penumpang kereta dari wilayah Daop 1 Jakarta terpantau masih cukup tinggi.
Tercatat pada Senin, 23 Maret 2026 kemarin, sebanyak 40 ribu penumpang masih bertolak ke berbagai kota di Pulau Jawa melalui stasiun-stasiun utama di Jakarta.
Sejak Senin siang, suasana di stasiun wilayah Daerah Operasi 1 Jakarta masih terlihat padat oleh calon penumpang yang akan bertolak ke luar kota.
Hampir 40 ribu orang tercatat melakukan keberangkatan menuju kota-kota favorit seperti Yogyakarta, Surabaya, Semarang, hingga Jember untuk melakukan perjalanan mudik susulan maupun wisata.
Menyikapi hal ini, pihak KAI Daop 1 Jakarta masih mengoperasikan 20 perjalanan kereta api tambahan guna mengakomodasi tingginya animo masyarakat.
Perjalanan tambahan tersebut terdiri dari 13 kereta yang berangkat dari Stasiun Gambir dan tujuh kereta yang diberangkatkan melalui Stasiun Pasar Senen hingga 1 April mendatang.
Di sisi lain, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengungkapkan bahwa arus balik ke Ibu Kota juga mulai mencapai puncaknya.
Sebanyak 51 ribu penumpang diperkirakan telah tiba di Jakarta pada Senin kemarin, menunjukkan adanya pergerakan massa yang sangat dinamis antara yang datang dan yang berangkat.
Jumlah kedatangan ini mengalami peningkatan sebesar empat persen dibandingkan dengan realisasi Lebaran tahun lalu.
Pihak KAI Daop 1 memprediksi bahwa puncak kedatangan pemudik secara keseluruhan baru akan terjadi pada hari ini, dengan estimasi lebih dari 51.100 penumpang yang akan tiba di berbagai stasiun di Jakarta.
Petugas di lapangan terus disiagakan untuk mengatur alur penumpang agar tidak terjadi penumpukan di area peron maupun pintu keluar.
Koordinasi dengan berbagai pihak keamanan juga ditingkatkan guna menjamin kenyamanan seluruh pengguna jasa kereta api selama masa transisi arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 ini.