Persiapan Ibadah Haji 2026 Turut Libatkan Aparat Penegak Hukum
Pemerintah terus mematangkan persiapan penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah atau 2026 Masehi yang tidak lama lagi akan berlangsung.
Selain memastikan layanan terbaik di Tanah Suci, pemerintah juga memastikan kesiapan petugas haji serta pemeriksaan kesehatan calon jemaah.
Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menegaskan komitmen agar jemaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tenang.
Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa progres persiapan penyelenggaraan haji saat ini telah berjalan cukup baik.
Dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini, Kementerian Haji juga melibatkan aparat penegak hukum seperti KPK dan Kejaksaan agar pelayanan haji dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.
Pemerintah juga telah memastikan dua syarikat yang akan melayani jemaah haji Indonesia, termasuk kepastian lokasi utama ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Untuk layanan pendukung berupa transportasi dan konsumsi jemaah di Arab Saudi, Kementerian Haji dan Umrah menyatakan telah terpenuhi seratus persen.
Sementara itu, untuk sektor akomodasi di Madinah telah mencapai 93 persen. Adapun akomodasi di Mekkah masih dalam tahap penyelesaian dan ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan ke depan.
Selain itu, fasilitas-fasilitas di Tanah Suci juga telah diantisipasi, termasuk upaya agar jemaah haji tidak mengalami dampak cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.
Dengan berbagai persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah dapat berjalan lebih tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jemaah haji Indonesia. (FZR)