Prabowo Tegaskan Danantara Menjadi Motor Ekonomi Indonesia
Presiden Prabowo Subianto menghadiri perayaan ulang tahun pertama Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, di Jakarta.
Dalam arahannya, Presiden menegaskan pentingnya konsolidasi aset negara untuk menjaga kekuatan energi dan masa depan bangsa. Prabowo juga memberikan peringatan keras kepada seluruh jajaran untuk tidak memanipulasi laporan keuangan.
Suasana khidmat menyelimuti tasyakuran satu tahun berdirinya Danantara. Lembaga yang digadang-gadang menjadi Sovereign Wealth Fund terbesar di dunia ini, kini menjadi tumpuan dalam mengelola kekayaan negara. Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menjelaskan arti nama Danantara sebagai Daya Anagata Nusantara, yang berarti kekuatan energi untuk masa depan. Presiden menyebut konsolidasi semua aset bangsa adalah tugas berat namun mulia.
Meski baru berusia satu tahun, Danantara melaporkan kenaikan Return on Asset (ROA) hingga lebih dari 300 persen pada tahun 2025. Namun, Presiden memberikan peringatan keras agar manajemen bekerja dengan jujur dan tidak memberikan laporan palsu hanya untuk menyenangkan pimpinan. Presiden juga menyoroti ketidakefisienan pengelolaan ribuan entitas BUMN, termasuk rantai anak-cucu perusahaan yang selama ini dianggap sulit diaudit.
Ke depan, Prabowo menetapkan target tinggi bagi Danantara. Dengan target ROA sebesar 5 persen, Danantara diharapkan mampu mengembalikan dana sebesar 50 miliar dolar AS, atau setara 800 triliun rupiah per tahun kepada negara. Di tengah krisis global, Presiden menitipkan pesan agar Danantara menjadi benteng ekonomi, terutama dalam mendukung swasembada pangan dan energi terbarukan, seperti pembangunan 100 gigawatt tenaga surya.
Presiden menegaskan bahwa Danantara akan menjadi lembaga yang diawasi secara ketat oleh Dewan Pengawas, BPK, Kejaksaan, hingga Kepolisian. Hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada “kebocoran darah bangsa”, sehingga Indonesia mampu menghadapi krisis dengan gagah.