Presiden Prabowo Kumpulkan Tokoh Nasional di Istana Merdeka
Eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia.
Menyikapi hal tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggelar diskusi strategis bersama sejumlah tokoh nasional dan mantan pemimpin negara di Istana Merdeka, Selasa malam. Pertemuan ini membahas dampak geopolitik hingga ancaman krisis ekonomi global terhadap Indonesia.
Suasana di Istana Merdeka Jakarta pada Selasa malam tampak berbeda dari biasanya. Sejumlah tokoh penting bangsa, mulai dari Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 Joko Widodo, hingga para mantan Wakil Presiden, hadir untuk memenuhi undangan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam pertemuan tertutup ini, Presiden memberikan paparan komprehensif mengenai dinamika global terkini, terutama terkait serangan terhadap Iran yang dinilai mengancam tatanan dunia. Mantan Menteri Luar Negeri, Hassan Wirajuda, menyebutkan bahwa diskusi ini menjadi forum penting untuk mengalibrasi posisi Indonesia di tengah pusaran konflik.
Tidak hanya dari sisi keamanan, diskusi juga menyentuh aspek krusial bagi rakyat Indonesia, yakni stabilitas ekonomi. Pemerintah bersama tokoh nasional dan pelaku usaha mulai mengkalkulasi potensi gangguan pasokan energi, mengingat Iran memiliki peran vital dalam rantai pasok minyak dan gas dunia. Seluruh pihak yang hadir, termasuk Ketua Umum Kadin, Apindo, dan Hipmi, diajak untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan jika perang berlanjut dalam jangka waktu lama.
Mengenai posisi diplomasi, Indonesia tetap berkomitmen pada jalur perdamaian dan menilai serangan terhadap Iran adalah tindakan sepihak tanpa mandat internasional. Presiden Prabowo menegaskan pentingnya soliditas dalam negeri untuk menghadapi dunia yang semakin terpolarisasi.