Produsen Kue Kering di Kota Serang Kebanjiran Pesanan Jelang Lebaran
Menjelang Hari Raya Idulfitri, produsen kue kering di kawasan Benggala, Kota Serang, kebanjiran pesanan.
Selama bulan suci Ramadan ini, ribuan toples kue kering telah terjual dengan omzet mencapai belasan juta rupiah, menandakan geliat ekonomi kreatif masyarakat yang semakin meningkat.
Harum kue tercium semerbak di ruang dapur, sementara rentak loyang terdengar berirama di atas meja adonan.
Ramadan tahun ini benar-benar membawa berkah bagi para pelaku usaha mikro di Kota Serang. Herawati, yang menjadi motor penggerak usaha tersebut, tampak sibuk memproduksi kue dengan dibantu oleh enam orang karyawannya.
Beragam jenis kue diproduksi di rumahnya, mulai dari nastar, lidah kucing, rainbow, kastengel, kue kacang, putri salju, hingga choco chip.
Dari berbagai varian tersebut, nastar keju, lidah kucing, dan kastengel tetap menjadi favorit pelanggan karena rasanya yang gurih dan manis, sangat cocok disajikan saat berkumpul bersama keluarga di hari Lebaran.
Para karyawan yang didominasi oleh ibu rumah tangga setempat tampak sibuk mengolah adonan untuk mengejar target pesanan hingga seribu toples.
Kue yang sudah selesai diproduksi langsung dikemas dan dikirim ke konsumen di sejumlah daerah, seperti Kota Serang, Pandeglang, Cilegon, Lampung, Yogyakarta, hingga Palembang.
Menurut Herawati, penjualan kue kering Ramadan tahun ini meningkat sekitar 35 persen dibanding tahun lalu.
Harga jual kue kering dipatok mulai dari 65 ribu hingga 125 ribu rupiah per toples, tergantung pada jenis dan ukurannya.
Meski ada kenaikan harga bahan baku, penyesuaian harga dilakukan secara bijak demi menjaga keberlangsungan usaha.
Selain menjual kue kering dalam toples satuan, usaha ini juga menyediakan paket parsel cantik dengan harga berkisar antara 250 ribu hingga 300 ribu rupiah per paket.
Herawati bersyukur Ramadan tahun ini membawa berkah bagi usahanya dan berharap pasarnya dapat terus meluas sekaligus membuka lebih banyak peluang kerja bagi warga sekitar.