Proyek Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu Sumba Timur Diproyeksi Hasilkan Udang 51 Ton Per Tahun
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah membangun kawasan tambak udang terintegrasi skala besar di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Proyek yang nilai investasinya mencapai Rp7,2 triliun ini diperkirakan akan dapat menghasilkan panen udang sebanyak 40 ton per hektar per tahun.
Tambak udang di Waingapu dirancang sebagai kawasan terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Di dalamnya akan tersedia fasilitas pembenihan, pabrik pakan, pabrik es, cold storage, hingga fasilitas pendukung lainnya yang ditempatkan dalam satu kawasan.
Dirjen Perikanan Budidaya, T.B. Haeru Rahayu, pada konferensi pers Rabu kemarin mengatakan bahwa pihaknya ingin memastikan dalam satu tahun tambak Waingapu ini dapat memproduksi 52 ribu ton udang.
Dengan kapasitas produksi tersebut, kebutuhan konsumsi domestik maupun kebutuhan ekspor ke Amerika Serikat dan China diperkirakan dapat terpenuhi.
Jika proyek ini berhasil, KKP berencana akan membangun tambak serupa di berbagai daerah di seluruh Indonesia sebagai bagian dari penguatan ekonomi biru.