Pulihkan Akses Jalan dan Komunikasi di Wilayah Banjir Sumatera
Pemerintah tengah fokus memulihkan akses jalan dan komunikasi di wilayah terdampak banjir Sumatra.
Saat ini, Kemendagri sudah mengirimkan tim ke wilayah terdampak, sementara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) terus berkoordinasi dengan operator seluler terkait pemulihan jaringan komunikasi.
Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya Sugiarto, mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mempercepat evakuasi dan perbaikan jaringan yang terputus.
Kemendagri juga telah mengerahkan tim di lapangan untuk memulihkan seluruh akses. Hal itu disampaikan Bima Arya Sugiarto usai mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis petang.
Hal senada juga diungkap Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi), Meutya Hafid. Pihaknya terus berkoordinasi dengan operator seluler untuk segera memulihkan jaringan komunikasi, menyusul terputusnya sejumlah jaringan telekomunikasi akibat bencana banjir di beberapa wilayah, terutama di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, dan sejumlah wilayah terdampak lainnya.
Menteri Komdigi menegaskan bahwa sebagian besar instalasi yang mengalami gangguan adalah Base Transceiver Station (BTS) milik operator seluler.
Kemenkomdigi telah menginstruksikan operator seluler untuk terus memantau, segera melakukan perbaikan, dan menginformasikan secara transparan kepada masyarakat mengenai titik-titik yang terdampak.
Hujan ekstrem yang melanda berbagai daerah di Indonesia beberapa waktu lalu, khususnya di Sumatra Utara sejak 25 November 2025, memicu terjadinya bencana banjir dan longsor di empat kota/kabupaten, yaitu Sibolga, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan.
Sebelumnya, Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan banjir yang terjadi dalam dua hari kemarin mengalir cukup deras dan menghantam rumah warga. (PTR)