Ritual Sakral Tatung Hiasi Cap Go Meh 2577 Di Kota Ngabang
Suasana khidmat mewarnai Kota Ngabang, Kabupaten Landak, saat para Tatung menggelar ritual sakral “Cuci Jalan” sebagai rangkaian perayaan Cap Go Me 2577 Kongzili.
Prosesi yang dipusatkan di Kelenteng Hati Murni Ngabang ini menjadi penanda dimulainya puncak perayaan yang akan berlangsung malam hari. Ritual ini tak hanya sarat nilai spiritual, namun juga menjadi simbol toleransi dan persatuan masyarakat.
Suasana pagi di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dipadati warga yang ingin menyaksikan ritual sakral Cuci Jalan pada Selasa pagi. Prosesi ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Cap Go Me 2577 Kongzili. Sejak pukul 07.30 WIB, para Tatung berkumpul di Pekong Thian Cun Shin Ti, kemudian bergerak menuju kelenteng untuk melaksanakan atraksi spiritual dan ritual penyucian jalan.
Ritual Cuci Jalan dimaknai sebagai simbol pembersihan dan penetralan jalur yang akan dilalui dalam pawai puncak perayaan. Doa bersama dipanjatkan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan terhindar dari marabahaya. Iring-iringan Tatung kemudian melanjutkan prosesi mengelilingi kawasan pasar Kota Ngabang, melintasi Pasar Baru dan Pasar Hongkong, sebelum kembali ke pekong sekitar pukul 12.00 siang.
Malam hari nanti, puncak Festival Cap Go Me dijadwalkan berlangsung di kawasan Jalan Pasar Baru Ngabang dengan atraksi Tatung sebagai magnet utama perayaan. Salah satu perwakilan panitia menyampaikan:
“Kita sudah merayakan Imlek bersama, dan hari ini melaksanakan Cap Go Me bersama teman-teman Tatung. Mereka menggelar atraksi di Kelenteng Hati Murni Ngabang dan melakukan Cuci Jalan mengelilingi pasar Kota Ngabang hingga kembali ke Pekong Thian Cun Shin Ti. Kita berharap di Tahun Kuda Api ini rezeki masyarakat semakin lancar, Kabupaten Landak tetap aman dan damai, toleransi semakin kuat, serta pembangunan semakin maju.”
Perayaan Cap Go Me di Ngabang menjadi agenda tahunan yang selalu dinanti masyarakat. Para Tatung yang terlibat berasal dari komunitas lokal, termasuk etnis Dayak dan Tionghoa, yang mencerminkan kuatnya toleransi dan persatuan di Kabupaten Landak.