RSUD Sekadau Kerap Kehabisan Obat, Direktur Janji Ganti Uang Pasien JKN
FOTO: Bangunan depan RSUD Sekadau di Jalan Merdeka Timur No. KM 6, Mungguk, Kec. Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. (Dok.)
Pontianak — Kualitas pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekadau kembali menjadi sorotan publik, khususnya bagi masyarakat penerima layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/BPJS).
Para pasien maupun keluarga pasien mengeluhkan kondisi kekosongan stok obat di dalam rumah sakit yang telah berlangsung sejak satu tahun terakhir.
Akibat kekosongan tersebut, para pasien terpaksa merogoh kocek pribadi untuk membeli obat-obatan sesuai resep di apotek luar rumah sakit.
Salah seorang warga Sekadau berinisial DM mengungkapkan pengalaman yang dialaminya saat mengantar sang ibu menjalani pengobatan rawat jalan di RSUD Sekadau.
“Sudah sejak setahun lalu bang, saya biasa bawa Ibu saya berobat rawat jalan, pas mau ambil obat, dibilang ini obat yang ini tidak ada, silahkan cari di luar kata orang di rumah sakitnya,” terang DM pada Rabu, 14 Oktober 2026.
DM menegaskan bahwa permasalahan ini tidak hanya menimpa keluarganya, melainkan turut dialami oleh deretan pasien lain, baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap.
“Iya bukan hanya kami, pasien yang lain juga kadang mengeluhnya sama,” tambahnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Direktur RSUD Sekadau, dr. Tanjung Harapan Tampubolon, memberikan penjelasan terkait mekanisme penanganan kekosongan obat di fasilitas kesehatan yang dipimpinnya.
dr. Tanjung menyampaikan bahwa pihak RSUD Sekadau telah memasang pengumuman resmi mengenai skema penggantian biaya bagi peserta JKN yang membeli obat di luar akibat kekosongan stok.
“Kami sudah buat pengumuman di RSUD, kalau peserta JKN yang karena pas kekosongan obat, uangnya digantikan pak, dan sudah berjalan hampir 1 tahun kalau pasien tersebut membeli obat di luar. Sudah banyak pasien yang kita gantikan,” jelas dr. Tanjung pada Kamis, 15 Oktober 2026.
Meskipun demikian, pihak manajemen RSUD Sekadau belum memberikan rincian teknis mengenai penyebab utama terjadinya kelangkaan stok obat-obatan medis di rumah sakit daerah tersebut selama kurun waktu satu tahun terakhir. (Aw/02)