Selat Hormuz Dibuka untuk Kapal Indonesia, Menteru Bahlil Sebut Angin Segar bagi Stok BBM Indonesia
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyebut bahwa meski situasi geopolitik global masih sangat dinamis, terdapat perkembangan positif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz.
Kondisi ini memberikan ruang bagi negara-negara non-konflik untuk tetap melakukan distribusi energi secara berkelanjutan ke pasar internasional.
Pemerintah memastikan ketersediaan energi nasional tetap aman di tengah ketidakpastian geopolitik global, termasuk dampak dari konflik yang terjadi di wilayah Timur Tengah.
Menteri Bahlil menegaskan bahwa stok Bahan Bakar Minyak (BBM), Elpiji (LPG), dan pasokan listrik berada dalam kondisi terkendali sepenuhnya menjelang perayaan hari raya.
Sementara itu, cadangan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik milik PLN saat ini dilaporkan berada di kisaran 14 hingga 15 hari.
Jumlah cadangan ini telah memenuhi standar minimal nasional yang ditetapkan untuk menjamin operasional pembangkit listrik tetap stabil tanpa gangguan selama masa puncak konsumsi masyarakat.
Pemerintah juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas pasokan energi agar tidak terjadi kelangkaan di dalam negeri yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi.
Langkah-langkah antisipasi terus diperkuat melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak terkait guna memastikan distribusi energi berjalan lancar hingga ke pelosok daerah.
Dengan kondisi stok yang mencukupi, masyarakat diimbau untuk tidak merasa khawatir akan ketersediaan energi selama masa libur panjang mendatang.
Pemerintah berkomitmen untuk terus memantau dinamika global agar ketahanan energi nasional tetap terjaga dari potensi fluktuasi pasar maupun gangguan distribusi global.