Sempat Melambung, Harga Bawang Merah Kini Kembali Normal
Masyarakat diimbau untuk tidak terpancing dengan informasi terkait melambungnya harga komoditas bawang merah yang sempat mencapai seratusan ribu rupiah per kilogram.
Hal ini perlu dilakukan guna meredam panic buying atau belanja berlebihan di masyarakat, terlebih di tengah bulan Ramadan seperti saat ini.
Adanya laporan dari warga terkait melambungnya harga komoditas bawang merah sejak beberapa hari lalu mendapat tanggapan serius dari Kepala Dinas Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DP3) Kota Pontianak, Irwan Prayitno. Ia memastikan bahwa informasi yang beredar tersebut benar, karena berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Pontianak, harga bawang merah memang sempat menembus kisaran seratusan ribu rupiah per kilogram.
Meski demikian, Irwan mengimbau agar masyarakat tidak mudah percaya, apalagi ikut menyebarkan informasi yang tidak jelas terkait pasokan maupun harga bahan pokok. Menurutnya, hal tersebut sudah dapat ditanggulangi oleh Tim Saber Pangan. Hingga kini, harga bawang merah di pasaran sudah turun menjadi 35 ribu rupiah per kilogram.
Lebih lanjut, ia memperingatkan bahwa kekhawatiran yang berlebihan dapat memicu panic buying yang menyebabkan ketidakseimbangan harga dan pasokan barang di pasaran. Guna menjamin ketenangan masyarakat, Pemkot Pontianak bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus memantau dan menjamin ketersediaan pasokan bahan pokok, bahan baku industri, serta kestabilan harga hingga menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah mendatang.