Tak Mau Kehilangan Pelanggan, Perajin Tahu Kurangi Kandungan Kedelai Imbas Harga Impor Naik
Kenaikan harga kedelai impor membuat keuntungan pengrajin tahu tradisional di Blitar, Jawa Timur, merosot tajam.
Kondisi ini memaksa para pengrajin untuk memutar otak agar usaha mereka tetap berjalan, salah satunya dengan mengubah takaran kandungan kedelai pada tahu agar tidak mengubah ukuran produk.
Wahyu Saputro, seorang pengrajin tahu dan tempe di Kelurahan Pakunden, Sukorejo, Blitar, menyebutkan bahwa harga kedelai impor kini telah menembus angka Rp10.500 per kilogram.
Dalam sehari, Wahyu memproduksi tahu dengan bahan dasar kedelai sebanyak 16 kilogram, di mana tiga potong tahu dijual dengan harga Rp5.000.
Meski harga bahan baku naik, Wahyu mengaku tidak menaikkan harga jual tahu karena khawatir akan kehilangan pelanggan.
Untuk menyiasati kenaikan harga kedelai tersebut, Wahyu terpaksa mengurangi komposisi kedelai dalam proses pembuatan.
Sebagai gantinya, ia menambahkan kandungan cuka dan bahan fermentasi agar volume tahu tetap terjaga tanpa mengurangi ukurannya secara fisik.