Taman Margasatwa Ragunan Dipadati 60 Ribu Pengunjung, Puncak Wisata Jakarta Libur Lebaran 2026
Memasuki hari kedua Hari Raya Idulfitri 2026, Taman Margasatwa Ragunan masih menjadi destinasi wisata favorit bagi warga Ibu Kota dan sekitarnya.
Hingga Senin siang kemarin, tercatat sudah ada sekitar 60 ribu pengunjung yang memadati area kebun binatang tersebut untuk mengisi waktu libur lebaran bersama keluarga tercinta.
Pihak pengelola memprediksi jumlah pengunjung akan terus bertambah hingga menembus angka seratus ribu orang sampai sore hari nanti.
Sejak gerbang dibuka pada pagi hari, ribuan warga mulai berdatangan memadati Taman Margasatwa Ragunan yang terletak di kawasan Jakarta Selatan ini.
Berdasarkan data pihak pengelola hingga Senin siang, jumlah pengunjung sudah mencapai angka enam puluh ribu orang.
Jumlah ini diprediksi akan melampaui catatan hari sebelumnya yang berada di angka tujuh puluh satu ribu pengunjung, mengingat cuaca yang cukup mendukung untuk aktivitas luar ruangan.
Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung yang masif, pengelola Ragunan telah menyiapkan skema khusus, terutama terkait ketersediaan kantong parkir.
Jika pada hari normal hanya tersedia tiga titik parkir utama, kali ini pengelola menyiagakan hingga dua puluh tujuh titik parkir darurat guna menampung kendaraan wisatawan.
Penggunaan lapangan terbuka sebagai area parkir sementara ini diklaim mampu menampung hingga 5.500 mobil dan 20.000 sepeda motor.
Selain itu, rekayasa arus lalu lintas di dalam kawasan juga diterapkan dengan memisahkan pintu masuk di sisi utara serta barat, dan pintu keluar di sisi timur serta selatan.
Keberadaan satwa populer seperti gorila, gajah, dan jerapah tetap menjadi magnet utama bagi para wisatawan.
Pihak Ragunan juga menyuguhkan atraksi khusus berupa feeding time atau momen memberi makan satwa, serta program edukasi melalui keeper talk yang interaktif bagi anak-anak.
Meski menjadi tempat wisata murah meriah, pengelola tetap mengimbau pengunjung untuk selalu waspada terhadap barang bawaan.
Orang tua juga diingatkan untuk selalu mengawasi anggota keluarga, terutama anak-anak dan lansia, agar tidak terpisah di tengah kepadatan massa yang memenuhi area hutan kota tersebut.