Tarawih Kilat Ponpes di Blitar, 23 Rakaat Hanya Berlangsung 7 sampai 12 Menit
Sebuah pondok pesantren di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, memiliki tradisi salat tarawih kilat yang telah berlangsung turun-temurun selama seabad terakhir.
Salat tarawih dua puluh rakaat beserta tiga rakaat witir ini berlangsung kurang dari sepuluh menit, sehingga selalu diikuti oleh ribuan jemaah.
Seperti inilah situasi serta jalannya salat tarawih yang digelar di masjid Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam, Desa Mantenan, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Salat tarawih dan witir sebanyak 23 rakaat ini berlangsung kilat, sekitar tujuh hingga dua belas menit saja.
Ribuan jemaah tua dan muda dari berbagai wilayah di Blitar, Tulungagung, dan Kediri selalu memenuhi areal masjid berukuran sekitar 30 meter persegi ini. Bahkan, tak jarang para jemaah juga terpaksa salat di teras pondok hingga halaman masjid. Gerakan salat tarawih tidak berubah sama sekali, namun kecepatan serta bacaan salat berlangsung dengan kilat.
Para jemaah biasanya telah memadati areal Pondok Pesantren Mamba’ul Hikam selepas mereka berbuka dan salat magrib di rumah. Pasalnya, jika tiba di masjid mendekati waktu isya, sejumlah jemaah mengaku khawatir tertinggal mengikuti salat tarawih ini.
Sejarah tarawih yang berlangsung kilat ini pertama kali dilakukan oleh pendiri pondok, Kiai Haji Abdul Ghofur, sekitar tahun 1907. Setelah beberapa kali dilakukan dengan durasi normal, salat tarawih kilat ini masih dijalankan turun-temurun hingga saat ini.