Tekan Angka Kriminalitas, Pria Wanita Petarung Jalanan Minahasa di Disodorkan Panggung MMA
Aksi tawuran dan gaya hidup petarung jalanan di Minahasa Utara kini mulai diarahkan ke jalur prestasi.
Melalui gelaran “Battle of Pride Airmadidi”, para pemuda yang kerap melampiaskan energi di jalanan kini diberikan panggung legal di atas arena Mixed Martial Arts atau MMA.
Selain untuk menjaring bibit atlet berbakat, kejuaraan perdana di Bumi Klabat ini juga menjadi strategi untuk menekan angka kriminalitas dan kekerasan remaja di wilayah Minut.
Sorak-sorai penonton pecah saat satu per satu petarung melepaskan pukulan dan tendangan di atas arena.
Untuk pertama kalinya di Minahasa Utara, kejuaraan bela diri campuran bertajuk “Battle of Pride Airmadidi” digelar di Kelurahan Sarongsong Dua, Kecamatan Airmadidi.
Sebanyak lima belas partai, baik kategori pria maupun wanita, bertarung habis-habisan dalam tensi tinggi.
Mereka bukan lagi bertarung tanpa aturan di jalanan, melainkan mempertaruhkan teknik, stamina, dan harga diri di bawah pengawasan wasit serta regulasi olahraga bela diri yang ketat.
Digagas oleh komunitas Garage Car bersama Jacks Martial Arts, kejuaraan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Ketua Panitia, Petriks Ferdinan Paat, menegaskan bahwa misi utama gelaran ini adalah memutus rantai kriminalitas jalanan.
Dengan menyediakan wadah legal, para petarung yang sebelumnya tidak terarah kini dibina untuk menjadi atlet profesional yang mampu mengharumkan nama daerah di kancah nasional maupun internasional.
Menyusul suksesnya gelaran perdana ini, panitia berencana kembali menggelar seri kedua “Battle of Pride” dua bulan mendatang di Desa Sawangan.
Harapannya, semakin banyak petarung jalanan yang berani melangkah masuk ke dalam ring, membuktikan bahwa di atas arena, setiap pukulan memiliki aturan, masa depan, dan harapan. (KWTV)