Tudang Manre Sipulung Tradisi Bugis Pererat Kebersamaan di Bulan Ramadan
Tradisi makan bersama masyarakat Bugis, Tudang Manre Sipulung, kembali digelar di Kota Pontianak pada Minggu sore.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pelestarian budaya di bulan suci Ramadan.
Ratusan masyarakat dari berbagai kalangan mengikuti kegiatan Tudang Manre Sipulung yang diselenggarakan oleh Forum Komunikasi Orang Bugis (FKOB) Kalimantan Barat. Dalam bahasa Bugis, Tudang Manre Sipulung berarti duduk dan makan bersama. Tradisi ini menjadi simbol kebersamaan, persaudaraan, dan rasa syukur bagi masyarakat Bugis, terutama di bulan Ramadan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menilai kegiatan ini menjadi wujud pelestarian budaya sekaligus mempererat silaturahmi antar-masyarakat. Senada dengan hal tersebut, Anggota DPRD Kota Pontianak, Anggi Febri Ardika, mengatakan bahwa kegiatan duduk makan bersama ini memiliki makna lebih dari sekadar berbuka puasa, karena turut menjadi ajang berdiskusi, saling menghormati, serta menjaga toleransi antar-umat beragama.
Suasana semakin hangat dengan sajian beragam kuliner khas seperti jalangkote, coto makassar, burasa, hingga es pisang ijo. Saat azan Magrib berkumandang, para peserta menyantap hidangan secara bersama-sama, duduk bersila tanpa sekat dalam suasana penuh kebersamaan.
Lebih jauh, tradisi ini diharapkan menjadi pengingat bahwa nilai-nilai budaya dan persaudaraan masih terjaga dengan baik di tengah kehidupan masyarakat Kota Pontianak.