Dekatkan Layanan Publik ke Masyarakat, Pemprov Kalbar Gelar Gema Membangun Desa Ke-4 di Landak
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat kembali menggelar program Gema Membangun Desa ke-4 tahun 2026 di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak.
Gelaran ini mengintegrasikan puluhan layanan dokumen kependudukan, kesehatan, hingga pajak kendaraan yang bisa langsung diselesaikan di tempat.
Suasana berbeda terasa di Desa Serimbu, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Sabtu pagi. Lapangan bola Desa Serimbu dan halaman Kantor Camat Air Besar berubah menjadi pusat pelayanan publik.
Gema Membangun Desa ke-4 tahun 2026 yang berlangsung 28 hingga 30 Agustus ini membawa berbagai layanan pemerintah lebih dekat ke masyarakat.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, bersama Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar, Erlina, hadir langsung di tengah masyarakat didampingi Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, serta jajaran Forkopimda dan perangkat daerah. Bukan hanya membawa program, pemerintah juga membawa pelayanan.
Mulai dari administrasi kependudukan, kesehatan, keluarga berencana, layanan sosial, UMKM, perbankan, pajak kendaraan bermotor, ketenagakerjaan, pendidikan, hingga informasi pembangunan desa, semuanya tersedia dalam satu kawasan.
Masyarakat bisa mengurus KTP, akta kelahiran, dan Kartu Identitas Anak atau KIA, serta mengakses pemeriksaan kesehatan gratis hingga khitanan massal.
Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, menegaskan inti dari GMD adalah membuat pelayanan pemerintah lebih dekat, mudah, dan bisa langsung dirasakan masyarakat.
Ria Norsan mencontohkan pelayanan administrasi kependudukan dan pajak kendaraan bermotor dilakukan secara cepat, sehingga warga tidak perlu lagi menempuh perjalanan jauh.
Bagi Pemerintah Provinsi, kehadiran GMD bukan sekadar memindahkan lokasi pelayanan, namun juga menjadi ruang untuk mendengar langsung persoalan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, mengapresiasi pelaksanaan GMD di Desa Serimbu karena memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam mendapatkan pelayanan sekaligus menyampaikan aspirasi pembangunan.
Sejumlah aspirasi masyarakat turut dihimpun, mulai dari persoalan jalan dan jembatan, air bersih, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi.
Hadirnya berbagai gerai dalam satu lokasi menegaskan bahwa pembangunan bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga memastikan pemerintah hadir, dekat, dan dapat diakses langsung oleh masyarakat.