Gelar Doa Bersama di Kubu Raya, 700 Jemaah Doakan Jurnalis Hilang Kontak dan Korban Kapal Virgo
FOTO: Jemaah peringatan Maulid Nabi di Desa Kuala Dua, Kubu Raya, menggelar doa bersama untuk jurnalis hilang kontak saat peliputan Krakatau dan korban kapal Virgo tenggelam. (Ist.)
Kubu Raya — Lebih dari 700 jemaah berkumpul menggelar doa bersama untuk mendoakan jurnalis yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Krakatau serta para korban tragedi tenggelamnya kapal Virgo.
Kegiatan bernuansa kemanusiaan tersebut dirangkai dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipusatkan di Parit Bugis Darat, Desa Kuala Dua, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Kamis (24/9) malam.
Aksi ini diselenggarakan sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, serta ungkapan belasungkawa mendalam masyarakat bagi para korban dan keluarga yang ditinggalkan.
Ketua Panitia yang juga merupakan jurnalis Kalbar, Samsul Hardi, menyampaikan bahwa doa bersama ini lahir dari rasa empati dan solidaritas yang kuat antar-insan pers serta masyarakat luas.
“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kami, khususnya rekan-rekan jurnalis, terhadap sesama jurnalis yang hilang kontak serta para korban kapal tenggelam. Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan,” ujar Samsul.
Dukungan senada disampaikan Kepala Desa Kuala Dua, Haji Abas, S.Ag., yang turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah yang terjadi.
Haji Abas berharap proses pencarian terhadap korban yang hingga kini belum ditemukan dapat segera membuahkan hasil.
Menurutnya, momentum Maulid Nabi Muhammad SAW yang dipadukan dengan doa bersama ini berhasil mempererat tali silaturahmi serta kepedulian sosial di tengah masyarakat.
Doa bersama tersebut dipimpin langsung oleh dai asal Malaysia, Syech Faizal Ilahi bin Habeburahman.
Dalam pemaparannya, Syech Faizal mengajak seluruh jemaah memanjatkan doa khusyuk melalui keteladanan Rasulullah SAW agar para korban yang wafat mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.
Sementara itu, Usman, warga setempat yang bertugas sebagai master of ceremony (MC), mengaku terharu dan bangga dapat berkontribusi dalam agenda kemanusiaan tersebut.
Usman menilai, meskipun diselenggarakan di tingkat kampung, semangat gotong royong dan rasa kepedulian warga Parit Bugis terhadap isu kemanusiaan nasional terbukti sangat tinggi.
Melalui perhelatan doa bersama dan peringatan Maulid Nabi ini, warga Kubu Raya berharap persatuan, kebersamaan, serta rasa empati antar-sesama dapat terus terjaga dalam menghadapi berbagai tantangan bencana.***