Dua Kapal Pertamina Terjebak di Selat Hormuz
Ketegangan di wilayah Timur Tengah kembali memanas dan berdampak pada jalur distribusi energi global. PT Pertamina (Persero) mengonfirmasi bahwa dua kapalnya saat ini masih berada di kawasan Selat Hormuz.
Meski demikian, pihak Pertamina memastikan pasokan minyak mentah nasional tetap terjaga melalui berbagai skema distribusi alternatif.
Konflik yang terjadi di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz, menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia, khususnya dalam menjaga ketahanan energi nasional. PT Pertamina (Persero) menyatakan terdapat dua hingga empat kapal milik Pertamina yang berada di sekitar lokasi konflik. Dua kapal dipastikan masih berada di dalam Selat Hormuz, sementara dua lainnya berada di luar wilayah tersebut.
Pihak Pertamina terus melakukan pemantauan secara real-time untuk memastikan keselamatan para awak kapal dan keamanan kargo. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama Kementerian Luar Negeri dan pemangku kepentingan (stakeholder) terkait untuk mitigasi risiko di jalur pelayaran internasional tersebut.
Terkait dengan pasokan, Pertamina mengungkapkan bahwa sekitar 19% kargo minyak mentah Indonesia berasal dari kawasan Timur Tengah. Menyikapi kondisi geopolitik saat ini, Pertamina telah menyiapkan tiga skema distribusi, yakni sistem reguler, alternatif, dan emergensi.
Strategi ini diambil agar kebutuhan energi dalam negeri tidak terganggu, terutama saat konsumsi masyarakat meningkat tajam pada momen Ramadan dan menjelang Idulfitri. Pertamina juga tengah mengkaji opsi impor minyak dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan Singapura, sebagai langkah diversifikasi sumber energi.
Di sisi lain, harga minyak dunia saat ini telah menembus angka 80 dolar AS per barel, di atas asumsi Indonesia Crude Price (ICP) dalam APBN yang berada di level 70 dolar AS. Menanggapi potensi kenaikan harga BBM non-subsidi, Pertamina menegaskan masih terus memantau perkembangan harga global dan berkoordinasi dengan pemerintah.
Hingga kini, prioritas utama adalah memastikan distribusi energi ke seluruh pelosok negeri berjalan lancar tanpa ada kendala stok, sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan mudik Lebaran dengan nyaman. Perusahaan pelat merah ini meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan energi dan tidak perlu panik, karena cadangan BBM nasional telah diamankan sebelum terjadinya eskalasi konflik di Timur Tengah.