Tingkatkan Mutu Pendidikan Desa, 70 Mahasiswa FKIP UM Pontianak Gelar Kemah Bakti di Mempawah
Komitmen perguruan tinggi dalam mengimplementasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui program pengabdian masyarakat kembali ditunjukkan oleh Universitas Muhammadiyah (UM) Pontianak. Sebanyak 70 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UM Pontianak bersinergi menggelar kegiatan Kemah Bakti Mahasiswa (KBM) di kawasan pedalaman Kalimantan Barat.
Agenda pengabdian tersebut dipusatkan di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, dan berlangsung selama tiga hari berturut-turut, mulai dari Kamis, 21 Mei hingga Sabtu, 23 Mei 2026.
Mengusung tema besar “Menaikkan Mutu Pendidikan”, kegiatan KBM ini didesain sebagai stimulan interaktif untuk mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah rural atau pedesaan.
Selama berada di lokasi pengabdian, puluhan calon pendidik ini terjun langsung ke sejumlah sekolah dasar dan menengah di sekitar Desa Kepayang. Beberapa program taktis yang dijalankan para mahasiswa meliputi:
-
Penerapan Creative Learning: Mengajarkan materi pelajaran umum menggunakan metode pembelajaran kreatif berbasis permainan dan alat peraga visual yang menyenangkan.
-
Pendampingan Literasi: Membuka kelas membaca, menulis, dan berhitung (calistung) serta mengaktifkan pojok baca pop-up untuk meningkatkan minat baca siswa.
-
Sesi Motivasi Belajar: Memberikan ruang konseling kelompok dan character building guna memicu kepercayaan diri anak-anak desa dalam mengejar cita-cita pendidikan yang lebih tinggi.
Tidak hanya membatasi ruang gerak di dalam kelas atau lingkungan sekolah, para mahasiswa FKIP UM Pontianak ini juga aktif berinteraksi dengan perangkat desa, tokoh adat, dan para orang tua murid.

Sinergi lintas generasi ini dilakukan guna membangun pemahaman bersama mengenai pentingnya ekosistem pendidikan berkelanjutan di Kecamatan Anjongan. Orang tua didorong untuk terus memberikan dukungan moral bagi anak-anak mereka agar tidak putus sekolah.
“Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat dan memberikan dampak nyata, khususnya dalam meningkatkan semangat belajar siswa serta membantu menciptakan suasana pendidikan yang lebih kreatif dan menyenangkan,” ujar Gubernur BEM FKIP UM Pontianak, Halilurahman.
Halilurahman menambahkan bahwa program kemah bakti ini memiliki fungsi ganda (double impact). Selain membantu sekolah-sekolah di pelosok daerah, kegiatan ini menjadi laboratorium sosial yang sangat efektif bagi mahasiswa untuk mengasah kepekaan kemanusiaan, empati, dan kemampuan adaptasi budaya di lapangan.
Pihak BEM FKIP UM Pontianak berharap luaran (output) dari kegiatan ini dapat menjadi jembatan percepatan pemerataan kualitas pendidikan di Kabupaten Mempawah, sekaligus menjadi pemantik gerakan serupa bagi elemen mahasiswa lainnya di Kalimantan Barat. (*)