Kemenkes Kirim 58 Dokter Belajar Spesialis Guna Penuhi Kuota Daerah
Kementerian Kesehatan meluncurkan program Pendidikan Dokter Spesialis berbasis rumah sakit atau hospital-based untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan tenaga medis di daerah, khususnya wilayah daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Program ini bisa didapatkan oleh semua dokter, tidak hanya kalangan tertentu.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan batch ketiga Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di Rumah Sakit Pendidikan sebagai Penyelenggara Utama (RSP-PU) — di mana 58 dokter dari daerah berpartisipasi — dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan spesialis nasional.
Budi mengatakan mulai tahun ini, Indonesia secara agresif memasang fasilitas-fasilitas medis modern di 514 kabupaten dan kota. Diharapkan pada tahun 2027, semua selesai terpasang. Hal ini dilakukan agar para dokter bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada publik.
Budi menjelaskan bahwa melalui pendidikan berbasis rumah sakit, yang dipilih untuk belajar bukan mereka yang memiliki orang tua terkenal atau dari agama dan golongan tertentu, melainkan dokter-dokter dari rumah sakit yang pasiennya membutuhkan layanan spesifik. Perekrutan dilakukan berdasarkan kebutuhan masing-masing daerah.
Budi menyebut pendidikan kedokteran spesialis sangat mahal, sehingga selama ini hanya orang-orang yang mampu atau memiliki privilege yang bisa mendapatkannya. Oleh karena itu, program tersebut dibuat agar putra-putri daerah memiliki kesempatan yang sama dalam belajar. Selain itu, para peserta juga dibayar selama pendidikan agar mereka tenang dan fokus dalam bekerja. (JPM)