Menelusuri Jejak Sultan Tengah: Kisah Pemersatu Sejarah Sarawak, Sukadana, dan Sambas Versi Jiran
Hubungan emosional dan historis antara masyarakat Kalimantan Barat dan Sarawak, Malaysia, ternyata telah mengakar kuat sejak berabad-abad silam.
Salah satu bukti nyatanya terletak pada jejak sejarah Sultan Tengah di Santubong, Kuching. Sang pengembara ini bukan hanya menjadi sultan pertama di Sarawak, tetapi juga menurunkan silsilah raja-raja besar di tanah Sukadana dan Sambas.
Khazanah peradaban ini kembali dikupas saat sejumlah awak media Indonesia berkunjung ke makam Sultan Tengah di kawasan Kampung Santubong.
Pemandu wisata resmi Kementerian Pelancongan Malaysia, Mohd Nurnazmi, menjelaskan bahwa Sultan Tengah atau Sultan Ibrahim Ali Omar Syah naik takhta pada tahun seribu lima ratus sembilan puluh sembilan Masehi.
Dari kisah pengembaraannya, ia sempat terdampar di Sukadana, menikah di sana, hingga keturunannya kini menjadi Sultan Sambas dan Sultan Matan di Kalbar.
Meski dinastinya berakhir pada tahun seribu enam ratus empat puluh satu, warisan gelar adatnya masih digunakan di Sarawak hingga hari ini.
Ikatan darah inilah yang menjelaskan mengapa kawasan Sambas Melayu dan Sarawak Melayu memiliki kemiripan struktur arsitektur, kebiasaan, dan budaya yang hampir serupa.