Galang Solidaritas untuk Papua, Komunitas Pemuda di Pontianak Gelar Nobar dan Diskusi Film “Pesta Babi”
Aksi nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan ditunjukkan oleh pemuda di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sejumlah komunitas kepemudaan bergerak bersama menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) dan diskusi film berjudul “Pesta Babi” pada Kamis malam, 21 Mei 2026.
Agenda yang sarat akan nilai edukasi dan empati sosial ini dilangsungkan secara santai namun khidmat di Manifesto Coffee, Jalan Tanjung Permai No. 89, Kota Pontianak.
Kolaborasi ini diinisiasi oleh beberapa simpul gerakan pemuda, di antaranya Solidaritas Mahasiswa Dan Pemuda Pengemban Amanat Rakyat (Solmadapar), Serikat Pemuda Desa (Serpades), serta komunitas Sada Kata.
Bagi para penyelenggara, pemutaran film ini bukan sekadar pemenuhan kebutuhan visual semata. Film ini dipandang sebagai media refleksi yang kuat untuk memotret realitas kehidupan yang terjadi di sudut-sudut tanah air.
Melalui nobar film Pesta Babi, para peserta tidak hanya diajak melihat cerita di layar, tetapi juga dibuka ruang empatinya terhadap realitas sosial yang sering kali jauh dari perhatian publik. Usai pemutaran film, acara dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif, di mana para pemuda saling bertukar pikiran dan mengorelasikan pesan moral film dengan kondisi sosial kemasyarakatan saat ini.
Lebih dari sekadar ruang dialektika, kegiatan kolektif ini secara konkret difungsikan sebagai ruang solidaritas kemanusiaan. Seluruh dana swadaya dan sumbangan sukarela yang dikumpulkan secara sukarela dari para pengunjung yang hadir akan disalurkan sepenuhnya untuk membantu masyarakat di Papua.
Aksi penggalangan dana ini menjadi simbol penguat sebuah ikatan, bahwa jarak geografis tidak membatasi rasa kepedulian antar-warga. “Bagi kami, menonton bukan sekadar hiburan. Menonton juga bisa menjadi jalan untuk memahami, bersuara, dan berbagi. Tidak harus besar, yang terpenting adalah niat untuk saling membantu dan membersamai sesama anak bangsa sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan,” ujar perwakilan penyelenggara dalam rilis kegiatannya.
Pemanfaatan kedai kopi seperti Manifesto Coffee sebagai lokasi pemutaran film dan diskusi dinilai sangat efektif untuk menjangkau generasi muda di Pontianak. Transformasi fungsi kafe menjadi ruang belajar alternatif ini diharapkan dapat terus berlanjut.
Melalui gerakan swadaya yang konsisten, komunitas kepemudaan di Pontianak berkomitmen untuk terus menyuarakan isu-isu kemanusiaan, merawat daya kritis, sekaligus mengasah kepekaan sosial anak muda di Kalimantan Barat. ( *)