Stok Cadangan Energi Nasional Cukup Untuk 23 Hari ke Depan
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memastikan stok cadangan energi nasional saat ini dalam kondisi aman di angka 23 hari.
Meski masih di atas ambang batas minimum, pemerintah akan mempercepat pembangunan fasilitas penyimpanan (storage) tambahan di sejumlah titik, salah satunya di Pulau Sumatra.
Kondisi geopolitik global yang tidak menentu, khususnya ketegangan di kawasan Timur Tengah, terus menjadi perhatian serius Pemerintah Indonesia. Dinamika tersebut berdampak langsung pada rantai pasok energi global yang dapat memicu fluktuasi harga hingga kelangkaan pasokan.
Menanggapi permasalahan itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa saat ini cadangan energi nasional berada pada posisi cukup untuk 23 hari ke depan. Angka ini diklaim telah memenuhi, bahkan melebihi standar minimum nasional, yakni 21 hari. Namun, Bahlil menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh berpuas diri. Dengan kapasitas penyimpanan yang ada saat ini, ketahanan energi maksimal hanya mampu bertahan pada kisaran 25 hingga 26 hari.
Untuk itu, pemerintah tengah mempercepat rencana pembangunan storage tambahan. Saat ini, tahapan studi kelayakan (feasibility study) sedang berjalan untuk menentukan titik lokasi yang paling strategis. Pulau Sumatra dipilih menjadi salah satu lokasi prioritas pembangunan storage baru pada tahun ini berdasarkan pertimbangan logistik dan kedekatan dengan jalur distribusi.
Targetnya tidak main-main. Pemerintah berambisi memiliki kapasitas penyimpanan yang mampu menampung cadangan energi hingga tiga bulan atau 90 hari, sesuai dengan standar ketahanan energi internasional. Upaya penambahan storage ini diharapkan selesai tepat waktu guna memastikan ketersediaan bahan bakar bagi masyarakat tetap terjamin, meskipun terjadi gangguan pada pasokan minyak dunia.
Selain membangun storage, Kementerian ESDM juga terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari sumber-sumber energi alternatif dan memperkuat produksi migas dalam negeri. Dengan cadangan yang kuat, Indonesia diharapkan memiliki posisi tawar dan daya tahan yang lebih baik dalam menghadapi segala bentuk krisis energi di masa depan.