Tradisi Fang Sheng saat Imlek Buat Pedagang Burung di Vihara Avalokitesvara Raup Cuan
Tradisi Fang Sheng saat perayaan Imlek 2577 membawa berkah tersendiri bagi pedagang burung di Vihara Avalokitesvara, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, Banten.
Ritual melepas burung ke alam bebas tersebut membuat dagangan mereka laris manis diburu para pengunjung yang ingin menjalankan tradisi.
Perayaan Tahun Baru Imlek menjadi momen menguntungkan bagi pedagang burung peking, bondol, dan ikan lele di sekitar Vihara Avalokitesvara.
Selain diisi dengan doa dan pertunjukan barongsai, warga Tionghoa juga menjalankan tradisi Fang Sheng, yaitu melepas hewan ke alam bebas sebagai simbol membuang sial dan harapan mendapatkan keberuntungan di tahun yang baru.
Momen ini dimanfaatkan oleh para pedagang untuk menawarkan burung kepada pengunjung vihara. Hasilnya, dalam sehari pedagang bisa meraup omzet hingga jutaan rupiah dari penjualan burung.
Aktivitas ini telah menjadi bagian dari dinamika ekonomi lokal setiap kali perayaan Imlek tiba di Kota Serang.
Menurut Muhidin, salah seorang pedagang burung, satu sangkar berisi 20 ekor burung peking dan bondol dijual seharga 100 ribu rupiah.
Hingga siang hari, ia mengaku telah mengantongi pendapatan sekitar satu juta rupiah dan diperkirakan jumlah tersebut masih akan bertambah hingga sore hari nanti.
Meskipun demikian, Muhidin memprediksi pendapatannya tahun ini mungkin akan sedikit menurun dibandingkan tahun lalu yang mampu mencapai enam juta rupiah dalam tiga hari.
Hal ini disebabkan oleh ketersediaan stok burung dari pengepul yang mulai terbatas, sehingga mempengaruhi volume penjualan di lapangan. (JPTV)