Tradisi Punguan, Warga Jaton Ziarah Makam Kyai Mojo Sambut Ramadan
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan kemarin, masyarakat muslim di Kelurahan Kampung Jawa Tondano memiliki cara tersendiri untuk menjemput bulan penuh berkah.
Melalui tradisi bertajuk Punguan, warga berbondong-bondong menyambangi kompleks makam pahlawan nasional Kyai Mojo dan para alim ulama.
Tradisi yang telah terjaga selama lebih dari satu abad ini menjadi simbol penghormatan kepada leluhur sekaligus sarana pembersihan diri secara batiniah sebelum menjalankan ibadah puasa.
Ratusan warga keturunan Jawa Tondano atau Jaton di Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, memenuhi area pemakaman keluarga dan para leluhur di Kelurahan Kampung Jawa.
Aktivitas yang dikenal dengan sebutan Punguan ini merupakan tradisi turun-temurun yang dilakukan setiap kali memasuki ambang bulan suci Ramadan.
Tidak sekadar membersihkan makam, warga juga melakukan ziarah ke makam pahlawan nasional Kyai Mojo dan para alim ulama yang menyebarkan syiar Islam di tanah Minahasa.
Tradisi ini diyakini telah eksis sejak tahun 1880 sebagai warisan luhur para pendahulu.
Ketua KKJI Minahasa, Umar Wahab Masloman, menjelaskan bahwa selain ziarah, masyarakat juga menggelar zikir kholibah.
Ritual doa ini dipanjatkan secara khusus untuk memohon keselamatan dan perlindungan bagi seluruh masyarakat Islam.
Bagi warga setempat, ziarah ke makam leluhur bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan sebuah kewajiban moral untuk mendoakan orang tua dan sanak saudara yang telah tiada.
Melalui tradisi Punguan, kerukunan dan rasa kekeluargaan masyarakat Jaton semakin erat terjalin. Harapannya, kesucian hati yang didapat dari momen ziarah ini dapat membawa kekhusyukan dalam menjalani ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah.
Tradisi ini terus dilestarikan sebagai perekat sosial dan identitas budaya masyarakat muslim di Minahasa. (JPM)