Warga Ngabang Semarakkan Pawai Obor Sambut Ramadan 1447 H, Simbol Kebersamaan &Toleransi di Landak
Ratusan warga di Kota Ngabang, Kabupaten Landak, menggelar pawai obor untuk menyambut 1 Ramadan 1447 Hijriah.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Persatuan Pemuda Pemudi Pulau Bendu ini menjadi momen kebersamaan sekaligus simbol toleransi antarwarga, terlebih karena digelar tak lama setelah perayaan Imlek di wilayah tersebut.
Ratusan warga tumpah ruah di jalan utama Kota Ngabang pada Selasa malam kemarin. Peserta mengikuti pawai dengan berjalan kaki sambil membawa obor yang menyala terang, menciptakan pemandangan cahaya yang indah di sepanjang jalan.
Acara ini secara resmi dilepas oleh Bupati Landak, Karolin Margret Natasa, di halaman Pesantren Nurul Islam.
Rute pawai dimulai dari halaman pesantren, melintasi Jembatan Lama, Tugu Pahlawan, Tugu Gram, Jembatan Baru, kawasan Pulau Bendu, dan kembali berakhir di Pesantren Nurul Islam.
Peserta yang terlibat sangat beragam, mulai dari anak-anak, remaja masjid, ibu-ibu pengajian, hingga orang dewasa yang ingin memeriahkan suasana.
Ketua Panitia, Andre Maulana, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan rasa toleransi antarwarga di Kabupaten Landak.
Tradisi ini kembali dilaksanakan tahun ini setelah sempat tidak digelar pada tahun 2025 lalu, dan kini direncanakan menjadi agenda rutin setiap menjelang Ramadan.
Bupati Landak menilai bahwa pawai obor merupakan ruang pertemuan sosial yang sangat baik karena mencerminkan kehidupan masyarakat yang rukun dan saling menghormati.
Tradisi ini tak hanya menjadi simbol penyambutan bulan suci, namun juga cahaya kebersamaan yang terus menyala di tengah keberagaman masyarakat Landak. (DRI)