Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa di Pontianak Sempat Memanas dan Diwarnai Pembakaran
Aksi penyampaian aspirasi yang dilakukan oleh Aliansi Generasi Revolusi di kawasan Bundaran Digulis dan Kantor Gubernur Kalimantan Barat sempat memanas pada Rabu (21/10/2026).
Massa aksi membawa berbagai tuntutan isu daerah serta mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas dugaan pemukulan terhadap mahasiswa.
Aksi penyampaian aspirasi yang diusung oleh perwakilan mahasiswa, Syarif Falmu, menekankan sejumlah permasalahan krusial di Kalimantan Barat.
Beberapa isu utama yang diangkat di antaranya penanganan Karhutla, pengendalian inflasi ekonomi, penyesuaian harga BBM, ketersediaan lapangan kerja, hingga pengawalan advokasi hukum terkait dugaan pemukulan mahasiswa oleh oknum aparat pada aksi sebelumnya.
Sementara itu, Kapolresta Pontianak menjelaskan bahwa pada awalnya unjuk rasa berjalan aman dan damai dengan pengawalan ketat dari personel kepolisian.
Namun, situasi mulai memanas ketika peserta aksi melewati batas waktu penyampaian pendapat, yakni pukul 18.30 WIB, serta melakukan aksi pembakaran meja kayu di jalanan.
Petugas kepolisian kemudian mengambil tindakan penertiban sesuai prosedur ketentuan pengendalian massa.
Dalam peristiwa tersebut, kepolisian sempat mengamankan empat orang mahasiswa sebelum akhirnya dikembalikan kepada koordinator lapangan aksi melalui proses negosiasi dan diplomasi.
Kapolresta Pontianak mengimbau para mahasiswa agar tetap menjaga kondusivitas serta menyampaikan aspirasi secara damai.
Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh warga Kota Pontianak atas penutupan arus lalu lintas di sekitar Bundaran Digulis demi menjaga keselamatan bersama.