Atmosfer Penonton Pontianak Jadi Energi Tambahan Dejan/Apriyani Sabet Gelar Juara
FOTO: Pasangan ganda campuran pebulutangkis Indonesia Dejan Ferdinansyah-Apriyani Rahayu jumpai fans di halaman GOR Tepadu Pontianak usai dinobatkan juara. (Aw)
Pontianak — Gemuruh dan riuhnya atmosfer penonton yang memadati GOR Terpadu Ahmad Yani Pontianak menjadi daya dorong luar biasa dalam gelaran final POLYTRON Pontianak International Challenge 2026, Minggu, 30 Agustus 2026.
Dukungan penuh publik Kota Khatulistiwa berhasil membakar semangat ganda campuran Indonesia, Dejan Ferdinansyah/Apriyani Rahayu, hingga sukses mengunci gelar juara usai menumbangkan wakil China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun.
Laga puncak tersebut berlangsung dramatis melalui pertarungan rubber game yang berakhir dengan skor 19-21, 27-25, dan 21-19.
Sejak gim pertama, sorakan suporter di tribun tak henti-hentinya menggema memberikan tekanan bagi lawan sekaligus menyuntikkan keberanian bagi pasangan tuan rumah.
Dejan Ferdinansyah mengakui bahwa kepungan riuh penonton dan hadirnya pelatih di pinggir lapangan sangat membantu mendongkrak rasa percaya dirinya di tengah tingginya tensi pertandingan.
“Saya sih lebih fokus ke diri saya sendiri aja dulu, karena di sini suporternya juga banyak, terus ada pelatih juga, itu juga menambah kepercayaan diri untuk saya,” kata Dejan.
Sementara itu, Apriyani Rahayu memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Pontianak yang telah memenuhi arena dan menciptakan atmosfer pertandingan yang sangat hidup.
Ia bahkan menyebut riuhnya gemuruh penonton begitu luar biasa hingga menenggelamkan suara-suara di dalam lapangan.
“Terima kasih buat para penonton yang ada di Pontianak ini, warga-warga Pontianak yang udah sampaikan suara ini sampai tadi kita main pun gak kedengeran sama sekali,” ujar Apriyani.
Melihat antusiasme yang begitu besar, Apriyani berharap dukungan riuh warga tidak berhenti sampai di turnamen ini saja.
Ia mengajak masyarakat untuk kembali memadati arena pada ajang POLYTRON Pontianak Indonesia Masters 2026 Super 100 yang akan bergulir pekan depan.
“Sekiranya terus melanjut sampai Super 100 untuk minggu depan, untuk warga Pontianak terus ramaikan,” tambah Apriyani.
Di sisi lain, tekanan atmosfer dari suporter tuan rumah turut dirasakan oleh pasangan China Taipei, Sheng Ming Lin/Liang Ching Sun.
Meski begitu, Liang Ching Sun mengaku berusaha keras untuk tetap menjaga fokus agar tidak terlalu terganggu oleh gemuruh tribun.
“Kami tidak terlalu teraffected dengan suporter di lapangan, karena kami lebih fokus kepada permainan dan merasa tidak sangat terganggu dengan itu,” kata Sun.
Kemenangan dramatis Dejan/Apriyani di hadapan publik Pontianak ini tak hanya menjadi trofi perdana sejak mereka dipasangkan, melainkan juga membuktikan betapa dahsyatnya energi dan atmosfer suporter Pontianak dalam mendukung kemajuan olahraga bulutangkis tanah air.*(Aw/01)