Dampak Air Kapuas Asin di Pontianak, Usaha Cuci Mobil Rela Beli Air Gunung demi Kualitas
Intrusi air laut yang menyebabkan air Sungai Kapuas dan PDAM terasa asin memaksa pemilik jasa cuci mobil di Pontianak mengakalinya dengan membeli air gunung.
Salah satu pengelola usaha di Jalan M.T. Haryono mendatangkan puluhan ribu liter air gunung dari Anjongan, Mempawah, guna menjaga kualitas bilasan kendaraan.
Fenomena intrusi air laut yang menyebabkan air PDAM di Kota Pontianak berasa asin menjadi tantangan tersendiri bagi sektor usaha jasa cuci kendaraan.
Guna menjaga kualitas layanan dan mencegah cat kendaraan pelanggan kusam atau korosif, tempat cuci mobil Blu Carwash di Jalan M.T. Haryono mengatur teknik pencucian khusus.
Pihak pengelola mensiasatinya dengan mencampur air PDAM dan air gunung saat proses pembersihan awal, sebelum akhirnya dibilas menggunakan air gunung murni.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pengelola harus memasok 2 tangki atau sekitar 20.000 liter air gunung dari Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah, setiap pekannya.
Namun, tantangan baru muncul karena pembelian air gunung di daerah Anjongan kini mulai dibatasi, seiring meningkatnya permintaan dari berbagai konsumen dan pelaku usaha lain yang juga terdampak intrusi air laut.
Pelaku usaha dan masyarakat berharap intensitas hujan di kawasan hulu segera meningkat agar kualitas air Sungai Kapuas kembali tawar dan operasional usaha bisa kembali berjalan normal.