Tekuk Sesama Wakil Indonesia, Ikhsan/Salsabila Tembus Babak Utama Indonesia Masters 2026
FOTO: Pasangan ganda campuran Ikhsan Lintang/Salsabila Zahra berhasil melewati dua laga kualifikasi untuk mengamankan tiket babak utama Indonesia Masters 2026. (Ist.)
Pontianak — Pasangan ganda campuran Indonesia, Ikhsan Lintang Pramudya/Salsabila Zahra Aulia, harus melewati dua pertandingan sengit dalam satu hari untuk membuka jalan ke babak utama Polytron Pontianak Indonesia Masters 2026.
Ganda campuran Merah Putih tersebut berhasil mengamankan tiket babak utama setelah dua kali memetik kemenangan atas rekan senegara.
Pada laga kualifikasi pertama, Ikhsan/Salsabila menundukkan pasangan Raihan Daffa Edsel Pramono/Atresia Naufa Candani dua gim langsung dengan skor 21-18, 21-7.
Kemenangan tersebut mengantarkan mereka menuju laga final kualifikasi yang berlangsung di GOR Terpadu Ahmad Yani, Pontianak.
Di babak penentuan, mereka kembali berhadapan dengan wakil Indonesia lainnya, Theodorus Steve Kurniawan/Leonora Keyla Frandrica.
Ikhsan/Salsabila kembali tampil dominan dan menyegel kemenangan dua gim dengan skor 21-18, 21-12 pada Selasa siang, 1 September 2026.
Ikhsan mengungkapkan bahwa menghadapi sesama pemain tanah air menyajikan tantangan tersendiri karena masing-masing telah saling memahami gaya permainan.
“Alhamdulillah hari ini bisa menang tanpa cedera. Tadi ketemu teman-teman sendiri, kurang lebih kami sudah tahu kelemahan dan kelebihan masing-masing,” ujar Ikhsan.
Ia menambahkan bahwa pertemuan dengan lawan-lawan tersebut sudah sering terjadi di ajang kejuaraan nasional.
“Dulu di Sirnas-Sirnas juga sering ketemu, jadi tinggal ingat-ingat lagi,” katanya.
Harus bertanding rangkap dalam sehari membuat pemulihan fisik menjadi perhatian utama bagi Ikhsan.
“Bermain rangkap memerlukan kondisi fisik yang selalu fit, jadi saya harus benar-benar jaga badan. Makan, jam tidur, dan vitaminnya harus teratur,” tegas Ikhsan.
Sementara itu, Salsabila Zahra menyadari bahwa persaingan di level BWF Tour Super 100 ini menyajikan kualitas lawan yang jauh lebih berat.
“Dari segi persaingan pasti lebih berat. Lawannya juga lebih bagus-bagus,” kata Salsabila.
Meski demikian, Salsabila menegaskan bahwa mereka siap memanfaatkan kesempatan berharga ini dengan tampil tanpa beban.
“Level 100 ini sebenarnya belum kelas kami, tapi kami mau coba manfaatkan kesempatan. Kami akan tampil nothing to lose dan memberikan yang terbaik,” pungkas Salsabila.***