Bantu Warga Terdampak Asap Karhutla, Klinik Pratama Untan Buka Layanan Rumah Oksigen
FOTO: Tanggapi dampak kabut asap karhutla di Kalbar, Klinik Pratama Untan buka fasilitas Rumah Oksigen gratis untuk penanganan gangguan pernapasan masyarakat.(Ist.)
Pontianak — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat selama lebih dari sebulan.
Kondisi ini tidak hanya mengganggu jarak pandang dan aktivitas sehari-hari, tetapi juga memperburuk kualitas udara yang berpotensi memicu gangguan pernapasan.
Ancaman kesehatan tersebut sangat rentan menyerang kelompok risiko tinggi seperti anak-anak, bayi, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit pernapasan.
Merespons kondisi tersebut, Klinik Pratama Universitas Tanjungpura (Untan) menghadirkan fasilitas Rumah Oksigen atau Oksipoin.
Kepala Klinik Pratama Untan, dr. Eka Ardiani Putri, menyampaikan bahwa fasilitas Rumah Oksigen ini diprioritaskan bagi masyarakat yang mengalami keluhan atau gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Selain membantu memenuhi kebutuhan oksigen, fasilitas ini disiagakan untuk memberikan penanganan medis awal serta edukasi kesehatan.
“Dampak Rumah Oksigen dapat dirasakan secara langsung selama masyarakat membutuhkan bantuan, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan oksigen dan memberikan penanganan awal terhadap keluhan pernapasan,” ujar dr. Eka Ardiani Putri, Kami (3/9) kemarin.
Di samping penanganan medis, upaya pencegahan juga intensif dilakukan lewat edukasi penggunaan masker yang tepat, imbauan mengurangi aktivitas di luar ruangan, serta peningkatan kewaspadaan saat kualitas udara memburuk.
Fasilitas Rumah Oksigen ini menjadi bentuk kesiapsiagaan Klinik Pratama Untan dalam merespons dampak kesehatan akibat ancaman karhutla.
Kesiapsiagaan tersebut diwujudkan melalui penguatan sarana pendukung oksigen, peningkatan kapasitas tim respons kesehatan, serta edukasi berkelanjutan selama periode rawan bencana.
Dalam menjalankan program kemanusiaan ini, Klinik Pratama Untan menggandeng berbagai pihak dan lintas lembaga.
Mitra yang terlibat di antaranya IDI Provinsi Kalimantan Barat, PDUI Kalbar, BAZNAS, ASA Foundation, Yayasan Putri Daerah Kalbar, Meddoc, Masyarakat Ekonomi Syariah, Gesma 89, Sedekah Nusantara, RSUD Kubu Raya, serta Pemerintah Daerah Kabupaten Kubu Raya.***