Optimalkan Operasi Karhutla, BMKG Manfaatkan Teknologi Dry Ice Buka Lapisan Inversi
BMKG memaksimalkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di enam provinsi prioritas dengan menerapkan teknologi es kering (dry ice).
Inovasi ini digunakan untuk membuka lapisan inversi agar proses Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat berjalan lebih optimal.
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan bahwa penggunaan dry ice bertujuan agar cahaya matahari dapat menembus lapisan inversi, sehingga dapat mempercepat proses pembentukan awan hujan. Saat ini, operasi modifikasi cuaca dengan teknologi baru tersebut telah mulai dijalankan di wilayah Sumatra Selatan dan Kalimantan Tengah.
Penerapan teknologi baru ini diharapkan mampu menekan munculnya titik panas secara signifikan serta menanggulangi dampak Karhutla secara efektif di berbagai daerah rawan.