Tangkal Hoaks dan UU ITE, Pelajar SMK di Kalbar Ikuti Pelatihan Jurnalistik PONTV
FOTO: Para pelajar dari berbagai SMK di Kalbar antusias mengikuti pelatihan jurnalistik PONTV. (Dok)
Pontianak — PONTV menggelar pelatihan jurnalistik khusus untuk para pelajar Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kalimantan Barat pada Sabtu siang (25/7/2026).
Kegiatan edukatif ini dipusatkan di Café Satuperdua Kopitiam, Jalan Sepakat II, Pontianak. Pelatihan yang mengusung tajuk “Pelajar Cerdas No Hoax” ini diikuti oleh siswa-siswi dari SMKN 1 Ngabang, SMKN 2 Pontianak, dan SMKN 8 Pontianak.
Para peserta merupakan pelajar dari jurusan yang erat kaitannya dengan dunia jurnalistik, seperti Broadcasting dan Perfilman, Desain Komunikasi Visual (DKV), serta Multimedia.
Direktur PONTV, Mursalin, dalam sambutannya soroti derasnya arus informasi di media sosial tempat semua orang bebas mengunggah konten. Ia menyebut regulasi pemerintah belum terlalu banyak melingkupi hal tersebut, sehingga pelanggaran seperti fitnah atau keresahan berisiko terjerat masalah hukum.
“Di tengah semakin derasnya arus informasi saat ini, terutama media sosial, ini kan semua orang diperbolehkan untuk memposting apapun yang ingin dipostingnya, karena apa, regulasi atau aturan yang dibuat oleh pemerintah tuh belum terlalu banyak, paling kalau melanggar aturan nanti ada sanksinya gitu, kalau umpamanya fitnah ataupun menimbulkan segala macam keresahan, nah, itu nanti ada lebih ke undang-undang ITE, yaitu sanksi kepada mereka yang memposting itu,” ujar Mursalin.
Ia kemudian mencontohkan kasus hukum yang sempat ditangani oleh pihak kepolisian akibat ketidaktahuan warga saat mengunggah konten di media sosial.
“Contoh kemarin yang kena tangkap polda tuh, yang bilang yang rumah radank tuh, itu kan karena ketidaktahuan dia memposting sesuatu yang dianggapnya biasa-biasa, ternyata membuat orang tersinggung dan dia dipolisikan oleh masyarakat yang tidak terima dengan postingan tersebut,” tambahnya.
Mursalin menegaskan pentingnya pemahaman jurnalistik bagi generasi muda agar memiliki standar yang benar dalam menyebarkan informasi.
“Kan perlu ada saya lihat pengetahuan, di sinilah pentingnya ilmu jurnalistik, kalau jurnalistik ini kan ada standarnya,” tegas Direktur PONTV tersebut.
Sementara itu, Holdi, wartawan senior Kalbar yang hadir sebagai pemateri, mengungkapkan bahwa saat ini siapa saja bisa memproduksi informasi layaknya jurnalis. Namun, tidak semua orang memahami prinsip dasar dan etika dari profesi jurnalis itu sendiri.
“Sekarang ini, setiap orang bisa menjadi jurnalis, namun tidak semua orang memahami profesi jurnalis itu,” kata Holdi.
Oleh karena itu, pihaknya membekali para siswa dengan pemahaman dasar mengenai etika penyebaran berita yang bertanggung jawab.
“Maka kita bekali adik-adik ini untuk memahami dasar-dasar jurnalistik, yakni menyebarkan berita yang benar, faktual, tanpa kebencian, tanpa hoax, tanpa kebohongan, tanpa fitnah, menghindari sara, itu yang terpenting,” jelasnya.
Apresiasi juga datang dari pihak sekolah yang mendampingi langsung para siswa selama kegiatan berlangsung. Muhammad Sugeng Setiayadi, guru dari SMKN 2 Pontianak, menilai pelatihan ini sangat relevan dengan latar belakang pendidikan para muridnya.
“Pelatihan jurnalistik yang digelar PONTV ini penting bagi anak-anak, apalagi yang jurusannya broadcasting atau yang berbau tentang pertelevisian,” ungkap Sugeng.
Ia berharap pelatihan ini membuat para siswa lebih kritis dan bijak dalam menyaring setiap informasi yang diterima di tengah masyarakat.
“Supaya mereka bisa membedakan, ketika mendapat informasi, berita yang fakta ataupun berita yang opini,” pungkasnya.
Sejak awal hingga akhir sesi pelatihan, para pelajar tampak antusias mengikuti dan menelaah berbagai materi yang disampaikan oleh para narasumber.*(Aw/01)