Lahan Masyarakat Madu Sari Terbakar, Kadus Karya Makmur Apresiasi Respon Cepat Tim Pemadam PT NJP
FOTO: Tim pemadam PT Nusa Jaya Perkasa (NJP) berfokus memadamkan karhutla di lahan warga Dusun Karya Makmur, Desa Madu Sari, untuk mencegah api merambat ke konsesi.(Aw)
Kubu Raya — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lahan milik warga di Dusun Karya Makmur, Desa Madu Sari, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, kian mendekati areal konsesi PT Nusa Jaya Perkasa (NJP).
Menyikapi ancaman tersebut, PT NJP bergerak cepat memblokir pergerakan api agar tidak merambah ke wilayah perkebunan perusahaan. Pihak perusahaan memobilisasi tim khusus pemadam karhutla yang melibatkan karyawan dan warga lokal, mengerahkan alat berat ekskavator untuk kanalisasi sekat bakar, serta menerbangkan drone guna memantau sebaran titik api secara real-time.
Humas PT NJP, Mardin, menjelaskan bahwa perusahaan yang mengelola lahan seluas 1.800 hektare ini berkomitmen aktif membantu pemerintah daerah dalam menanggulangi karhutla, baik dari sisi pencegahan maupun pemadaman langsung di lapangan.
“Sebelum terjadi kebakaran, kami melakukan pencegahan terlebih dahulu melalui sosialisasi Desa Mandiri Peduli Api sejak bulan Juli. Dalam hal pemadaman, tim kami per hari ini sudah bertempur selama 66 hari di beberapa lokasi, seperti Desa Simpang Kanan dan Desa Madu Sari,” ungkap Mardin, Senin (7/9/2026).
Mardin menegaskan bahwa areal seluas 7 hingga 9 hektare yang terbakar di Dusun Karya Makmur murni merupakan lahan kebun karet milik warga. Per Minggu sore, tim di lapangan telah berhasil mengisolasi pergerakan api.
“Pasukan dikerahkan menjadi dua sif. Sif pertama 15 personel bertempur dari jam 07.00 pagi sampai 14.00 siang. Sif kedua kita tambah menjadi 21 personel karena cuaca sangat panas, bertempur sampai jam 23.00 malam. Sampai dengan hari ini, masih belum ada tanaman perkebunan kami yang terbakar,” tegasnya.
Sementara itu, Estate Manager PT NJP, Hidayatullah, menambahkan bahwa operasional pemadaman didukung dengan pembuatan embung penampung air sungai, water tank kapasitas 800 liter, dan pementauan udara.
“Kita membendung air sungai agar ketersediaan air terjaga, lalu menggunakan drone untuk memantau titik api yang tersembunyi. Alhamdulillah, sampai saat ini tidak ada satu pun pokok tanaman yang kita kelola terbakar berkat sinergi bersama masyarakat,” kata Hidayatullah.
Aksi tanggap darurat perusahaan tersebut mendapat apresiasi dari pihak desa setempat. Kepala Dusun Karya Makmur, Fatwatul Nasib, membenarkan bahwa lahan yang terbakar adalah milik almarhum Haji Dullah dan bukan bagian dari area PT NJP.
“Sudah lima hari tim PT NJP membantu pemadaman di sini. Lahan yang terbakar ini mutlak milik masyarakat, sekitar 7 sampai 9 hektare. Kami dari pihak masyarakat mengucapkan terima kasih kepada PT Nusa Jaya Perkasa yang sudah berperan aktif membantu kami,” pungkas Fatwatul.***