Warga Ciasem Subang Geruduk Kandang Ayam BUMDes, Keluhkan Bau dan Serangan Lalat
Puluhan warga di kawasan Pantura, Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, menggruduk lokasi kandang ayam petelur milik Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes.
Aksi ini dipicu kekesalan warga atas dampak lingkungan berupa bau tak sedap dan serangan wabah lalat yang masuk ke permukiman sejak beberapa waktu terakhir.
Warga mendesak pihak pengelola segera menutup atau merelokasi kandang karena dinilai tidak berizin dan mengganggu kesehatan.
Beginilah suasana saat puluhan warga Dusun Karang Sambung, Desa Ciasem Baru, Kecamatan Ciasem, Subang, menyatroni area kandang ayam petelur yang dikelola oleh BUMDes Ciasem Baru pada Sabtu siang.
Warga mengaku sudah tidak tahan dengan bau menyengat dan banyaknya lalat yang diduga kuat bersumber dari kandang tersebut.
Jarak kandang yang terlalu dekat dengan permukiman membuat aktivitas sehari-hari warga terganggu dan memicu kekhawatiran akan munculnya wabah penyakit.
Selain persoalan limbah dan bau, warga juga menuding usaha kandang ayam ini tidak memiliki izin resmi. Masyarakat merasa tidak pernah menandatangani surat persetujuan lingkungan sebagai syarat legalitas berdirinya usaha tersebut.
Meski pihak pengelola sempat berjanji akan memindahkan lokasi kandang, namun nyatanya hingga saat ini aktivitas peternakan masih tetap beroperasi di lokasi yang sama.
Warga menegaskan, jika dalam waktu dekat pihak desa maupun pengelola BUMDes tidak segera melakukan relokasi atau penutupan, mereka mengancam akan menggelar aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih banyak ke kantor desa maupun kecamatan.