Banjir Rendam Pasar Darit Landak, Aktivitas Ekonomi Lumpuh Total Akibat Luapan Sungai Menyuke
Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, menyebabkan Sungai Air Menyuke meluap dan merendam permukiman warga.
Akibatnya, aktivitas perdagangan di Pasar Darit sempat lumpuh total karena ketinggian air mencapai lebih dari satu meter.
Meski saat ini debit air mulai berangsur surut, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan.
Tingginya curah hujan selama beberapa hari terakhir membuat Sungai Air Menyuke tidak mampu menampung debit air hingga meluap ke permukiman warga di Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak.
Banjir yang terjadi sejak Senin lalu ini merendam puluhan rumah di Desa Darit dan Desa Ansang. Titik terparah berada di kawasan Pasar Darit, di mana ketinggian air mencapai satu meter lebih.
Kondisi ini membuat aktivitas ekonomi warga seakan mati suri karena toko-toko terpaksa tutup total.
Pada Kamis siang, kondisi air mulai menunjukkan tren menurun. Warga pun mulai disibukkan dengan aktivitas membersihkan sisa lumpur di rumah maupun tempat usaha mereka. Selain merendam rumah, banjir juga mengganggu akses transportasi.
Sejumlah ruas jalan masih tergenang dan sulit dilalui kendaraan, terutama roda dua. Petugas kepolisian terus disiagakan untuk memantau akses jalan dan fasilitas umum yang terdampak.
Menurut warga, banjir kali ini merupakan yang terparah di awal tahun 2026. Mereka berharap cuaca segera membaik agar aktivitas pasar kembali normal.
Mengingat curah hujan di wilayah Landak masih tergolong tinggi, petugas mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan menjaga kebersihan lingkungan guna mencegah dampak banjir yang lebih luas.