Curah Hujan Tinggi, Lima Kecamatan di Kabupaten Landak Terendam Banjir
Tingginya intensitas hujan selama beberapa hari terakhir mengakibatkan sejumlah sungai di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat meluap.
Banjir dilaporkan merendam permukiman warga di lima kecamatan dengan ketinggian air mencapai satu setengah meter. Meski di beberapa titik debit air mulai berangsur surut, pemerintah daerah bersama BPBD tetap menyiagakan personel mengingat potensi hujan deras masih cukup tinggi.
Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi kembali memicu bencana banjir di Kabupaten Landak. Meluapnya sungai-sungai besar mengakibatkan akses jalan dan ratusan rumah warga terendam air.
Adapun lima kecamatan yang terdampak meliputi Menyuke, Meranti, Kuala Behe, Ngabang, dan Jelimpo. Di Kecamatan Ngabang, wilayah bantaran sungai menjadi titik terparah dengan ketinggian air mencapai satu setengah meter.
Warga pun mulai disibukkan dengan menyelamatkan barang berharga dan kendaraan ke dataran yang lebih tinggi.
Wakil Bupati Landak, Erani, bersama jajaran OPD terkait turun langsung meninjau lokasi untuk memastikan kondisi masyarakat tetap terkendali.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Landak, pada Jumat siang debit air di beberapa titik mulai menunjukkan tren menurun. Desa Amboyo Utara, Desa Meranti, serta Desa Darit dan Songga dilaporkan mulai surut.
Namun, BPBD mengingatkan bahwa wilayah Pesayangan dan Steher masih dalam kondisi siaga karena ketinggian air masih menghambat aktivitas warga dan anak sekolah.
Meski hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi, BPBD tetap menyiagakan personel dan peralatan evakuasi. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.