Dua Tahun Berturut-turut, Sapi Limousin 800 Kg Milik Peternak Landak Terpilih Jadi Banpres Idul Adha
Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, seekor sapi jenis limosin milik peternak asal Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, kembali terpilih sebagai sapi Bantuan Presiden atau Banpres.
Menariknya, ini menjadi tahun kedua berturut-turut sapi dari kandang yang sama dipercaya menjadi hewan kurban orang nomor satu di Indonesia. Memiliki bobot jumbo hampir mencapai delapan ratus kilogram, prestasi ini menjadi bukti nyata majunya budidaya penggemukan sapi di Bumi Intan.
Kandang sapi milik Belo Mario Talu di Desa Amboyo Inti, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, kini kembali menjadi pusat perhatian. Di sini, seekor sapi jenis limosin berusia tiga tahun dengan postur jumbo berhasil lolos seleksi ketat untuk dijadikan hewan kurban Bantuan Presiden pada Iduladha tahun ini.
Prestasi ini bukanlah yang pertama kali bagi Belo. Pada Hari Raya Iduladha tahun lalu, sapi dari kandangnya juga dipercaya menjadi hewan kurban Banpres. Sapi limosin ini diperkirakan memiliki bobot sekitar tujuh ratus hingga delapan ratus kilogram. Keberhasilan ini diraih setelah tim dari Dinas Perkebunan dan Peternakan daerah melakukan pemeriksaan kesehatan menyeluruh serta pengukuran biometrik tubuh sapi.
Usaha peternakan yang dikelola Belo memang berfokus pada skema penggemukan sapi unggulan. Bibit sapi jenis limosin ini ia datangkan langsung dari wilayah Sambas dan Singkawang sejak masih anakan. Untuk mencapai bobot maksimal, perawatan dilakukan secara intensif dengan pemberian pakan dua kali sehari. Selain rumput segar, sapi jumbo ini juga diberi nutrisi tambahan berupa dedak dan ampas tahu.
Meski membutuhkan biaya dan tenaga yang lebih besar dibandingkan sapi lokal, Belo mengaku bangga karena usaha kerasnya mampu menghasilkan sapi berkualitas premium yang sangat jarang ditemui di Kabupaten Landak. Keberhasilan ini diharapkan menjadi motivasi dan pemicu bagi para peternak lokal lainnya di Kalimantan Barat untuk terus mengembangkan budidaya sapi unggulan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.