Eco Station RWMF, Ketika Festival Musik Jadi Ruang Belajar Mengelola Sampah
Kemeriahan Rainforest World Music Festival atau RWMF 2026 di Sarawak Cultural Village tidak hanya soal konser musik internasional.
Di balik panggung megah, festival ini sukses menekan volume sampah hingga tiga puluh satu persen lewat operasional puluhan eco-station dan aksi relawan lingkungan.
Eco-station yang tersebar di berbagai titik strategis kawasan festival ini menyediakan lima kategori tempat sampah, mulai dari logam, kaca, kertas, plastik, hingga sampah umum.
Pengelola Ecogreen Sarawak Tourism Board, Kevin Nila, menyatakan seluruh sampah yang terpilah akan dikirim ke perusahaan daur ulang, sedangkan limbah organik diolah menjadi kompos pertanian.
Selain shuttle bus gratis untuk menekan emisi, panitia juga menyediakan bambu khusus puntung rokok di smoking area agar tidak mencemari hutan hujan Borneo.
Melalui gerakan ini, RWMF bukan lagi sekadar ajang hiburan, melainkan sarana edukasi budaya baru dalam menjaga alam di tengah ramainya wisatawan.