Meski Ada Pencemaran Ringan, Kualitas Air Sungai Landak Masih Baik
Pemantauan kualitas air sungai kembali dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak.
Meski jumlah titik pengambilan sampel dikurangi akibat penyesuaian anggaran, hasil pemantauan menunjukkan kondisi air sungai di Kabupaten Landak masih didominasi kategori baik. Namun, ancaman pencemaran akibat aktivitas manusia tetap menjadi perhatian.
Kualitas air sungai di Kabupaten Landak masih terjaga. Hal ini terlihat dari hasil pemantauan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Landak yang menunjukkan sebagian besar titik pengujian masih berada dalam kategori baik.
Pada tahun dua ribu dua puluh enam, DLH melakukan pengambilan sampel di dua puluh empat titik yang tersebar di empat kecamatan, yaitu Ngabang, Air Besar, Sengah Temila, dan Sompak.
Pengambilan sampel dilakukan di bagian hulu, tengah, dan hilir sungai untuk mendapatkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi kualitas air.
Pemantauan tahun ini dilakukan dengan penyesuaian anggaran. Biaya pengujian laboratorium yang cukup besar membuat jumlah titik pemeriksaan dikurangi. Namun, pengujian tetap dilakukan oleh laboratorium independen untuk menjamin akurasi hasil.
Hasil pemantauan sebelumnya menunjukkan dua puluh tiga titik sungai berstatus baik, sementara satu titik mengalami pencemaran ringan. Kondisi tersebut diduga dipengaruhi aktivitas penambangan emas tanpa izin, pembukaan lahan di wilayah hulu, serta limbah domestik dari permukiman warga.
Dinas Lingkungan Hidup menegaskan menjaga kualitas air sungai bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh masyarakat agar sungai di Kabupaten Landak tetap lestari dan menjadi sumber kehidupan bagi generasi mendatang.