Sarah Lois Dora: Film Menjadi Jalan Masyarakat Adat Kalimantan Merebut Kembali Suara dan Identitas
Di tengah derasnya arus investasi perkebunan dan pertambangan yang kerap bersinggungan dengan wilayah adat, perjuangan masyarakat tidak hanya dilakukan melalui aksi di lapangan.
Sineas perempuan asal komunitas adat Kalimantan, Sarah Lois Dora, meyakini bahwa film dan karya seni mampu menjadi senjata ampuh bagi generasi muda untuk mengenali identitas dan memperkuat posisi tawar masyarakat adat.
Pernyataan ini disampaikan Sarah di sela-sela Rainforest Youth Summit atau RAYS Dua Ribu Dua Puluh Enam di Kuching, Sarawak.
Sutradara yang konsisten mengangkat kehidupan Suku Kelabit ini menegaskan masyarakat adat Indonesia dan Malaysia memiliki ikatan sejarah satu daratan yang kuat.
Ia mengkritik pendekatan pembangunan modern yang hanya menjadikan masyarakat adat sebagai sumber pengetahuan tanpa memberi ruang penuh bagi mereka untuk menentukan arah ekonomi dan masa depannya sendiri.
Bagi Sarah, seni hanyalah langkah awal pemantik rasa ingin tahu. Upaya pelestarian budaya harus dilanjutkan lewat interaksi nyata dan keterlibatan generasi muda bersama para tetua adat.