Kisah Wahyudin, Perajin Tahu Bengkayang Kembangkan Usaha 25 Kali Lipat Berkat KUR Bank Kalbar
FOTO: Perajin tahu asal Bengkayang, Wahyudin, sukses melejitkan produksi tahu hingga 25 kali lipat menembus area perbatasan berkat akses modal KUR Bank Kalbar. (Hms)
Bengkayang — Ketekunan selama lebih dari dua dekade membuahkan hasil manis bagi Wahyudin, seorang pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pengolahan tahu asal Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat.
Merintis usaha peras tahu sejak tahun 2002 dengan segala keterbatasan modal, Wahyudin kini sukses melejitkan kapasitas produksi usahanya hingga 25 kali lipat berkat dukungan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar).
Pada masa awal berdiri, Wahyudin hanya sanggup mengolah modal seadanya dengan daya produksi terbatas sekitar 10 kilogram tahu per hari, yang belum mampu mencukupi tingginya permintaan pasar lokal.
Menangkap peluang pasar yang menjanjikan, ia memberanikan diri mengajukan fasilitas permodalan KUR ke Bank Kalbar guna mengekspansi skala produksinya.
“Alhamdulillah prosesnya cepat dan tidak ribet, asalkan permohonannya lengkap. Kredit KUR bisa cair dengan cepat,” ungkap Wahyudin.
Ia membeberkan bahwa kunci kelancaran pengajuan KUR di Bank Kalbar terletak pada kejelasan bidang usaha yang dijalankan, riwayat kredit yang bersih, serta transparansi pembukuan keuangan usaha kepada pihak perbankan.
Setelah memperoleh suntikan modal dari Bank Kalbar, skala operasional bisnisnya berkembang pesat.
Kapasitas produksi pabrik tahunya melonjak tajam dari 10 kilogram menjadi 250 kilogram tahu per hari dengan jam operasional rutin setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.00 WIB.
Jangkauan distribusi pemasaran tahu milik Wahyudin kini tidak hanya melayani kawasan Sanggau Ledo, melainkan meluas hingga ke wilayah Kecamatan Seluas, Bengkayang Kota, hingga kawasan perbatasan RI-Malaysia di Jagoi Babang.
Selain memenuhi pasokan bahan pangan masyarakat di area perbatasan, tempat usaha Wahyudin turut menyerap tenaga kerja dari masyarakat lokal setempat.
Wahyudin pun memotivasi para pelaku usaha kecil lainnya di Kalimantan Barat untuk tidak ragu memperluas skala bisnis melalui kemitraan bersama Bank Kalbar.
“Pesan saya untuk masyarakat, jangan ragu untuk melebarkan sayap dan jangan ragu untuk berekspansi usahanya. Kalau butuh modal usaha, ada Bank Kalbar. Bank Kalbar adalah Bank Kite Punye Kite,” ajaknya.
Keberhasilan Wahyudin menjadi potret nyata komitmen Bank Kalbar dalam mendampingi dan mendorong UMKM lokal agar terus tumbuh berkembang dari pelosok desa hingga ke perbatasan negara.***