Kuliner Unik, Pempek Hitam Jadi Primadona Baru di Bandung Barat
Pempek Palembang, makanan khas Provinsi Sumatra Selatan ini, memang selalu memiliki tempat di hati para pecinta kuliner.
Namun, di Kabupaten Bandung Barat, muncul varian unik yakni pempek hitam. Perpaduan daging ikan tenggiri dan tinta cumi-cumi menciptakan cita rasa gurih yang berbeda, hingga menjadi favorit baru warga maupun wisatawan.
Jawa Barat seolah tak pernah kehabisan ide untuk urusan kuliner. Tak heran jika wilayah Bandung Raya kerap dijuluki sebagai surganya makanan unik dan inovatif.
Di Perumahan Taman Firdaus, Kabupaten Bandung Barat, sebuah kedai pempek rumahan laris diburu pembeli.
Jika umumnya pempek berwarna putih, di tangan Umy Kulsum, panganan ini diolah menjadi berwarna hitam pekat.
Warna hitam ini berasal dari campuran tinta cumi-cumi segar yang dipadukan dengan daging ikan tenggiri dan telur.
Dengan harga terjangkau yakni dua puluh ribu rupiah per porsi, pempek hitam ini menjadi primadona baru, bahkan bagi pembeli dari luar Kota Bandung.
Sang pembuat, Umy Kulsum, mengaku sudah empat belas tahun bergelut di dunia pempek. Inovasi pempek hitam ini ia ciptakan untuk memberikan varian baru bagi konsumen agar tidak bosan.
Meski hadir dengan tampilan modern, pempek tetap memiliki sejarah panjang. Makanan berbahan sagu dan ikan ini diketahui sudah ada sejak masa Kerajaan Sriwijaya pada abad ke-7 Masehi.
Pada masa Kesultanan Palembang, olahan ini dikenal dengan nama kelesan. Pempek sendiri merupakan bukti nyata akulturasi budaya Melayu, Jawa, dan Tionghoa yang tetap lestari dan terus berinovasi hingga saat ini.